WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa pengendara motor mengenakan masker ketika melintasi jalan yang diliputi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026). (Foto: Dok Antara/Jessica Wuysang)

Beberapa pengendara motor mengenakan masker ketika melintasi jalan yang diliputi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026). (Foto: Dok Antara/Jessica Wuysang)

SuarIndonesia — Ahli kesehatan Prof Dr R Budi Haryanto SKM MKes MSc menyampaikan bahwa peningkatan polusi udara selama musim kemarau dapat memicu penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Kalau kaitannya dengan kemarau ya, dari kondisi kering, terus katakanlah dari berbagai sumber ya, ada debu, emisi pembakaran dan sebagainya. Ini yang kemudian memperburuk kualitas udara, kemudian ketika terhirup ada iritasi pada saluran napas,” katanya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Guru besar di Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa kualitas udara yang buruk meningkatkan peluang masuknya virus dan bakteri ke saluran pernafasan.

“Karena itu masuk ke dalam tubuh manusia, tergantung manusianya kan, daya tahan tubuhnya lagi bagus atau tidak gitu. Itu yang kemudian menyebabkan infeksi-infeksi saluran napas ya, yang antara lain adalah ISPA,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa polusi udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan ISPA.

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan bisa mengandung senyawa seperti karbon monoksida, metana, nitrogen oksida, dan sulfur dioksida, yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan manusia jika terhirup.

“Itu yang kemudian tidak hanya menyebabkan ISPA atau gangguan saluran napas, tapi bisa lebih dalam lagi, ke penyakit berbagai penyakit-penyakit yang kaitannya dengan senyawa kimia tadi,” kata Prof Budi, melansir dari Antara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk mewaspadai masalah kesehatan yang berpeluang muncul selama musim kemarau.

Baca Juga :   KASUS ISPA Meningkat di Banjarbaru

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan sebelumnya menyampaikan bahwa tutupan awan yang minim memicu peningkatan suhu udara selama musim kemarau.

Selain dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas seperti sengatan panas, cuaca yang panas bisa memicu kebakaran hutan dan lahan, yang asapnya berpotensi menyebabkan masalah pernapasan.

Guna menekan dampak paparan panas terhadap kesehatan, warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai pelindung seperti topi dan masker saat di luar ruangan, memenuhi kebutuhan cairan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mengonsumsi makan bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PRESIDEN Prabowo Perintahkan PLN Segera Tutup PLTD
KAPOLRI Terpukau dengar Dongeng si Bocah asal Kalsel, Polda Juga Raih Penghargaan Juara II Nasional Lomba SPPG
DINILAI TERCEPAT di Indonesia DPRD-Pemprov Kalsel Sepakati KUA PPAS 2027-KUPA PPAS 2026
PAMAN BIRIN : “Kita Harus Tetap Optimistis. Hilangkan Dendam dan Kedepankan Kebersamaan”
KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Empat Saksi Diperiksa Kejagung
DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI
PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!
KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:27

KAPOLRI Terpukau dengar Dongeng si Bocah asal Kalsel, Polda Juga Raih Penghargaan Juara II Nasional Lomba SPPG

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:22

DINILAI TERCEPAT di Indonesia DPRD-Pemprov Kalsel Sepakati KUA PPAS 2027-KUPA PPAS 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:46

PAMAN BIRIN : “Kita Harus Tetap Optimistis. Hilangkan Dendam dan Kedepankan Kebersamaan”

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:49

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Empat Saksi Diperiksa Kejagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:47

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34

KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar

Berita Terbaru

Kalteng

KOBAR Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 14 Hari

Kamis, 13 Agu 2026 - 23:36

Beberapa pengendara motor mengenakan masker ketika melintasi jalan yang diliputi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026). (Foto: Dok Antara/Jessica Wuysang)

Kesehatan

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Kamis, 13 Agu 2026 - 23:31

Lahan kering di Kobar akibat el nino. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PETANI Jagung Kobar Gagal Panen-Rugi Ratusan Juta

Kamis, 13 Agu 2026 - 22:47

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca