PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 23:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (si/ut/gemini.ai)

Ilustrasi. (si/ut/gemini.ai)

SuarIndonesia — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa keracunan dan mengalami alergi makanan merupakan dua hal berbeda yang sering dicampuradukan di ruang praktik maupun pemberitaan.

“Keracunan menimpa siapa pun yang memakannya, alergi hanya menimpa orang tertentu. Karena itu, keracunan bisa menjadi wabah, sementara alergi tidak,” kata Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI DR Dr Yogi Prawira SpA Subsp ETIA(K) dalam diskusi media di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Dilansir Antara, Yogi menjelaskan keracunan makanan merupakan penyakit yang timbul setelah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri dan/atau racun, virus, parasit atau bahan kimia.

Siapa saja yang mengonsumsi makanan tercemar itu dapat mengalami gejala utama seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, demam hingga terkadang mengalami pusing. Gejala itu muncul selang beberapa jam hingga satu sampai dua hari setelah dikonsumsi.

Pola kejadiannya dapat menimbulkan kejadian luar biasa karena bersumber dari makanan yang tercemar, sehingga jumlah korban dapat lebih banyak.

Berbeda dengan alergi yang merupakan reaksi dari sistem imun terhadap protein tertentu dalam makanan. Hanya individu yang memiliki sensitivitas terhadap makanan itu yang terdampak.

Gejalanya pun bisa terjadi dalam hitungan menit hingga beberapa jam secara cepat. Beberapa tanda alergi seperti timbulnya rasa gatal, bengkak pada area bibir atau kelopak mata, biduran, sesak napas sampai penurunan kesadaran.

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menyampaikan pola kejadian dari alergi tidak akan menular karena gejala hanya akan dirasakan oleh individu yang terkait.

Baca Juga :   FIRMAN YUSI Bantu Operasional Tiga UPBS di Tabalong dan Bagikan Masker

Dia melanjutkan alasan usia anak dan remaja lebih rentan terkena keracunan yakni karena cadangan cairan dalam tubuh lebih kecil. Kehilangan cairan dalam jumlah yang sama akan berdampak jauh lebih besar pada kesehatannya.

Belum lagi sistem imun dan saluran cerna yang belum matang, menyebabkan jumlah kuman yang dibutuhkan untuk menimbulkan sakit lebih sedikit.

Anak dan remaja juga lebih banyak makan di luar pengawasan keluarga seperti di kantin dan jajan di pinggir jalan. Pada anak kecil yang belum tentu bisa melaporkan gejala, kebanyakan menjadi anak pendiam dan tampak lemas.

Mengutip data Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan milik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di tahun 2024, sebanyak 806 dari 1.164 kasus keracunan obat dan makanan di Indonesia berasal dari makanan dan minuman.

Yogi menyebut dalam data yang sama dijelaskan bahwa 42,96 persen kasus terjadi pada kelompok usia remaja dengan rentang 12 sampai 25 tahun. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana
FIRMAN YUSI Bantu Operasional Tiga UPBS di Tabalong dan Bagikan Masker
SOSPER Penyelenggaraan Kesehatan, Begini Himbauan Ketua Dewan Kalsel
KEGIATAN Sosial Kemanusiaan Kejati Kalsel Donor Darah
AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
LANJUT BAHAS Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan
KABUT ASAP di Kalsel Rentan Meningkat Penyakit ISPA, Polisi Bagikan Masker
WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:29

KAPOLSEK Banjarmasin Utara Sambangi Warga Kurang Mampu

Jumat, 11 September 2026 - 21:58

HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T

Jumat, 11 September 2026 - 17:36

SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

Kamis, 10 September 2026 - 22:46

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:58

DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Ilustrasi. (si/ut/gemini.ai)

Kesehatan

PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:29

Kebakaran yang melanda Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2026).(Foto: HO-BPBD KOTIM)

Kalteng

HOTSPOT Kalteng Menggila Lagi!

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:34

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca