SEREMONIAL KURANGI, Masih Banyak Persoalan Kesehatan Belum Tertangani

- Penulis

Sabtu, 13 November 2021 - 00:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Seremoni puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin rupanya menjadi perhatian oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Anggota Komisi IV di DPRD Kota Banjarmasin, Hendra secara tegas mengatakan, mestinya peringatan HKN tak perlu digelar dengan semarak dan terlalu seremonial.

Bukan tanpa alasan, hal itu diutarakannya lantaran saat ini menurutnya, masih banyak permasalahan kesehatan di Kota Banjarmasin yang belum tertangani dengan baik.

“Boleh merayakan HKN, tapi sederhana saja. Yang terpenting itu, mestinya bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan dari tahun ke tahun,” ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumat (12/11/2021).

Sebagai contoh, beberapa waktu terakhir, ia mengaku banyak menerima keluhan dari para relawan kesehatan di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

 

SEREMONIAL KURANGI, Masih Banyak Persoalan Kesehatan Belum Tertangani (2)

 

Misalnya, relawan AIDS. Menurut Hendra, mereka (relawan) bergerak sedemikian rupa, melakukan pelacakan hingga turun ke lapangan, namun masih menggunakan biaya sendiri.

“Mereka (relawan) itu mestinya disantuni, diperhatikan,” tekannya.

Pun demikian dengan para relawan TBC. Mereka, menurut Hendra, kini hampir tidak diperhatikan lagi dengan alasan ketiadaan anggaran.

“Jadi ada baiknya lebih berkonsentrasi terhadap hal-hal yang langsung menyentuh ke masyarakat,” tegasnya.

Disinggung apakah ada komunikasi terkait kegiatan peringatan HKN kepada anggota DPRD Kota Banjarmasin, khususnya di Komisi IV, terkait hal itu Hendra mengaku tidak ada. Namun ia tidak mengetahui apakah pimpinannya ada melakukan komunikasi terkait hal itu.

Baca Juga :   CEGAT MOBIL Agya, Ini Awal Hingga Mantan Kanit Resnarkoba Polres Barsel Diganjar 6 Tahun Penjara

“Tapi, yang pasti seremonial seperti itu tiap tahun tetap ada dan menuai kontroversi. Bahkan peringatan HKN tahun lalu, saat pandemi sedang tinggi-tingginya, sempat viral lantaran ada kerumunan dan joget-joget,” bebernya.

“Walau pun diklaim spontanitas, ya kami berharap saat kondisi sekarang mestinya jangan ada dulu seremonial yang berlebihan,” tambahnya.

Menurut Hendra, itu belum menyangkut permasalahan yang saat ini juga disinyalir bakal dihadapi, yakni, adanya ancaman banjir. Kemudian, munculnya penyakit penyerta seperti malaria.

“Akan lebih baik kita bisa bersiap untuk itu. Soal malaria, Dinkes bisa mengedukasi masyarakat tentang pencegahan malaria. Ini terlihat kecil tapi sangat bermanfaat,” sarannya.

Hendra juga menilai, bila melihat apa yang terjadi pada peringatan HPN, ia menduga ada kesan buang-buang anggaran. Meskipun menurut Hendra, pada saat HKN panitia mengaku selalu mencari dana sendiri, alias tidak membebani APBD.

“Tapi, penggunaan biaya yang dikumpulkan untuk hal seremonial semata, saya rasa tidaklah tepat. Lebih baik, dana yang dikumpulkan dimanfaatkan untuk hal yang bisa memberikan dampak ke masyarakat,” tekannya.

“Sah-sah saja merayakan, tapi tidak perlu mewah. Sederhana saja. Kalau beralasan nakes lelah dan perlu hiburan, bukan berarti peringatan tak bisa dirayakan secara sederhana. Ada banyak cara lain yang lebih elegan,” katanya,(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar
KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan
JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan
HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi
GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju
PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi
KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:03

MENTAN: Mulai 1 Juli Indonesia Stop Impor Solar, Mulai Terapkan B50

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Rabu, 15 April 2026 - 21:42

BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji

Rabu, 15 April 2026 - 21:36

PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 23:51

PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton

Selasa, 14 April 2026 - 12:51

KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha

Senin, 13 April 2026 - 13:43

HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zaini (19), Senin (20/4/2026) siang yang tenggelam di Sungai Martapura. (SuarIndonesia/Ist)

Headline

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca