SuarIndonesia — Iran meluncurkan puluhan rudal ke wilayah Tel Aviv, Israel. Iron dome Israel kebobolan dalam menghadang serangan rudal Iran ini.
Sebagaimana diketahui, Iran meluncurkan serangan rudal dari berbagai lokasi di seluruh negeri, termasuk Tabriz, Kashan, dan pinggiran Teheran, Selasa larut malam waktu setempat.
Platform media sosial dibanjiri dengan video yang menangkap adegan dramatis tembakan roket yang menerangi cakrawala Iran.
Cahaya jingga dari rudal yang melesat terlihat di langit malam Israel. Sirene serangan udara juga berbunyi dan membuat penduduk berlarian ke tempat perlindungan bom.
Sebelumnya pada hari AS telah memperingatkan akan adanya serangan dari Iran terhadap Israel.
Dikutip detikNews dari CNN, Iran mengatakan pihaknya menargetkan Israel pada hari Selasa sebagai respons atas tewasnya pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan lainnya.
“Sebagai respons atas tewasnya Martir Haniyeh, Seyed Hassan Nasrallah, dan Martir Nilfroshan, kami menargetkan jantung wilayah pendudukan,” kata kantor berita semi-resmi Iran Tasnim yang mengutip Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
“Jika rezim Zionis bereaksi terhadap operasi Iran, mereka akan menghadapi serangan yang menghancurkan,” kata IRGC juga menurut Tasnim.
Israel Klaim Mampu Cegat Rudal Iran
Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan pertahanan udara negara itu mencegat banyak rudal Iran. Meskipun, beberapa mendarat di Israel bagian tengah dan selatan.
Layanan penyelamatan nasional Israel mengatakan dua orang terluka ringan akibat pecahan peluru. Di Tepi Barat, pejabat Palestina mengatakan seorang pria Palestina tewas oleh rudal yang jatuh di dekat kota Jericho, meskipun tidak jelas dari mana serangan itu berasal.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji pada Selasa malam untuk membalas Iran, yang katanya ‘membuat kesalahan besar malam ini dan akan membayarnya’.
Adapun diketahui bahwa Iran menggunakan rudal hipersonik Fattah 1 dalam serangannya terhadap Israel. Rudal itu merupakan buatan lokal dan digunakan untuk pertama kalinya.
Dilansir CNN, Rabu (2/10/2024), Fattah dianggap sebagai rudal hipersonik pertama yang diproduksi di dalam negeri Iran. Rudal itu baru diluncurkan pada tahun lalu.
Militer Iran mengatakan rudal tersebut dapat melaju hingga 15 kali kecepatan suara. Selain itu, rudal itu juga mampu menargetkan sistem pertahanan musuh.
Reaksi AS
AS ikut bereaksi atas serangan ini. Dilansir CNN, Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Matthew Miller tidak mengatakan apakah program nuklir Iran merupakan target yang sah untuk pembalasan Israel setelah serangan rudal Iran. AS berencana untuk membahas konsekuensi tersebut dengan rekan-rekan Israel kami sebelum kami membicarakannya secara terbuka.
“Ini bukan berarti saya mengesampingkan sesuatu dan bahwa saya mengesampingkan sesuatu, tetapi saya akan menjawab pertanyaan apa pun dengan cara ini, yaitu, kami ingin melakukan percakapan ini secara langsung dengan rekan-rekan Israel kami selama beberapa hari mendatang,” katanya dalam menanggapi pertanyaan dari CNN.
Miller menggemakan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dalam menyatakan AS akan berkoordinasi dengan Israel dalam menanggapi serangan terhadap Israel, menyebutnya sebagai “eskalasi yang signifikan.” Dia juga berjanji bahwa akan ada konsekuensi.
“Tentu saja harus ada konsekuensi bagi Iran atas serangan ini. Kami telah menjelaskan bahwa harus ada konsekuensi. Saya tidak akan membahas konsekuensinya hari ini, tetapi itu adalah hal-hal yang akan kami koordinasikan dengan rekan-rekan Israel kami,” kata Miller dalam jumpa pers hari Selasa.
Ia mengatakan serangan rudal itu berhasil digagalkan sebagian karena koordinasi antara AS, Israel, dan mitra-mitranya. Miller tidak menyebutkan negara-negara lain mana saja.
Ketika ditanya apakah Israel telah melakukan sesuatu yang meningkatkan eskalasi dalam beberapa minggu terakhir, Miller berpendapat Israel “tentu saja” telah “melakukan hal-hal yang memperluas konflik, tetapi jika Anda melihat tindakan yang telah mereka ambil, mereka membawa teroris ke pengadilan.”
AS Bantu Israel
Washington menyebut ada sekitar 200 rudal yang diluncurkan Teheran, dengan beberapa di antaranya ditembak jatuh oleh kapal perang AS.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada wartawan setempat, dalam pernyataan seperti dikutip detikNews dari Al Jazeera dan Al Arabiya, Rabu (2/10/2024), bahwa militer AS “berkoordinasi erat” dengan mitranya di Israel untuk menembak jatuh rudal-rudal Iran.
Tidak disebut lebih lanjut jumlah rudal yang berhasil ditembak jatuh. Namun Gedung Putih menyebut serangan rudal Iran itu telah “dikalahkan dan tidak efektif”.
“Kapal penghancur Angkatan Laut AS bergabung dengan unit pertahanan udara Israel dalam menembakkan (rudal) pencegat untuk menembak jatuh rudal-rudal yang datang,” ucap penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, dalam konferensi pers di Gedung Putih..
“Singkatnya, berdasarkan apa yang kami ketahui pada saat ini, serangan ini tampaknya telah dikalahkan dan tidak efektif,” sebut Sullivan.
Tak Ada Luka Serius
Militer Israel mengklaim serangan rudal Iran terhadap wilayahnya telah berakhir. Otoritas Tel Aviv mengumumkan warganya telah diperbolehkan untuk meninggalkan tempat-tempat perlindungan serangan udara.
“Setelah dilakukan penilaian situasional, diputuskan bahwa saat ini telah diizinkan untuk meninggalkan tempat-tempat perlindungan di semua area di seluruh negeri,” demikian pernyataan terbaru militer Israel, seperti dikutip detikNews dari Al Arabiya, Rabu (2/19).
Laporan dinas layanan darurat Israel, Magen David Adom, menyebut tidak ada laporan cedera serius akibat serangan rudal Iran tersebut. Namun beberapa warga mengalami luka ringan usai terkena serpihan rudal yang ditembak jatuh.
Dilaporkan bahwa sedikitnya dua orang di Tel Aviv mengalami luka ringan akibat terkena serpihan rudal yang telah ditembak jatuh. Beberapa korban luka ringan lainnya dilaporkan di berbagai wilayah Israel.
“Saat ini, tidak ada laporan korban luka akibat serangan yang mengarah ke Israel, kecuali dua korban luka ringan akibat serpihan rudal di area Tel Aviv dan beberapa korban luka ringan lainnya secara nasional saat berpindah ke tempat yang aman,” sebut Magen David Adom dalam pernyataannya.
Hantam Pangkalan AU Israel
Sementara itu beberapa rudal yang ditembakkan Iran pada hari Selasa (1/10) mendarat di dalam pangkalan angkatan udara (AU) Israel, tetapi tidak menimbulkan korban atau kerusakan pada pesawat.

Hal itu disampaikan militer Israel pada Rabu (2/10) tanpa menyebutkan pangkalan udara mana yang terkena hantaman rudal Iran.
“Selama serangan Iran kemarin (Selasa), beberapa rudal jatuh di dalam pangkalan angkatan udara Israel. Tidak ada infrastruktur atau kemampuan ofensif yang terletak di pangkalan IAF (Angkatan Udara Israel) yang rusak,” kata militer Israel, seperti dikutip CNNIndonesia dari AFP.
Media Iran mengatakan sebelumnya pada hari Rabu (2/10) bahwa Iran menembakkan 200 rudal ke Israel termasuk senjata hipersonik untuk pertama kalinya. Rentetan rudal itu membuat Israel berjanji akan membuat Teheran “membayarnya”.
Media Iran menyiarkan rekaman daring dari apa yang mereka katakan sebagai rudal yang ditembakkan, yang menurut Korps Garda Revolusi Islam menargetkan “tiga pangkalan militer” di sekitar Tel Aviv dan pangkalan lainnya.
Garda Revolusi Iran mengatakan “90 persen” dari rudal “mengenai target mereka”. Militer Israel mengatakan Iran meluncurkan sekitar 180 rudal ke wilayahnya, yang sebagian besar berhasil dicegat. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















