Foto ilustrasi
Suarindonesia – Bencana alam yang terjadi di Provinsi Kalsel masih cukup tinggi. Banyak kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut.
Tercatat rumah rusak, yang terdiri dari rusak berat 285 buah, rusak sedang 151 buah, rusak ringan 122.
Selain membuat rumah rusak, musibah bencana banjir juga merendam 824 buah rumah.
“Bencana ini terjadi sepanjang tahun 2018 kemarin,’’ jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyudin, Jumat (4/1).
Pria yang akrab disapa Ujud ini menyebut tren musibah bencana cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Musibah yang terjadi banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, puting beliung dan cuaca ekstrem,’’ ujar Ujud.
Dikatakannya, sepanjang 2018 terjadi 3.196 di-13 kabupaten kota di Kalsel. Bencana ini terdiri dari 32 kali banjir, 30 kali puting beliung, 946 kali kebakaran hutan dan lahan, 230 kali kebakaran pemukiman, 23 kali tanah longsor, 26 kali orang tenggelam, 727 titik hotspot, 4 jembatan rusak, 41 kebakaran bangunan serta 26 kali pohon tumbang.
“Kebakaran hutan dan lahan serta titik hotspot paling dominan terjadi di daerah Kota Banjarbaru dan Pelaihari.
Tahun ini kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan pengurangan risiko bencana masih perlu ditingkatkan,’’ urainya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















