SEMBILAN WNI Korban Penahanan Israel Kembali ke Tanah Air

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri (Menlu) Ri Sugiono turut menjemput kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan Zionis Israel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten pada Minggu (24/5/2026). (Foto: Antara/Azmi Samsul M)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Ri Sugiono turut menjemput kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan Zionis Israel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten pada Minggu (24/5/2026). (Foto: Antara/Azmi Samsul M)

SuarIndonesia — Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan Zionis Israel kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Minggu sore.

Kepulangan sembilan WNI yang bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ke tanah air itu, menjalani perjalanan panjang setelah berhasil keluar dari penahanan otoritas Israel. Mereka sebelumnya dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI sebagai langkah perlindungan terhadap warga Indonesia.

Dalam perjalanan kembali ke tanah air, para WNI ini diterbangkan menumpang pesawat Emirates pada Sabtu (23/5) pukul 19.35 waktu Istambul-Dubai. Kemudian, kembali diterbangkan melalui rute Dubai-Jakarta pada Minggu (24/5/2026) pukul 04.10 dengan ketibaan di Indonesia pukul 15.30 WIB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono turut hadir dalam penjemputan kepulangan sembilan WNI tersebut. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada semua lembaga yang terlibat dalam pembebasan warganya itu.

“Hari ini kita kedatangan teman-teman dari aktivis kemanusiaan, yang kita ketahui mereka telah ditahan oleh militer Israel. Dan kemudian mereka berada dalam kondisi selamat,” ucap Menlu Sugiono dalam konferensi pers saat penjemputan itu.

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia telah memastikan sembilan warganya yang tergabung sebagai relawan flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza dalam kondisi selamat dan aman.

Dia menambahkan, selama upaya pembebasan pihaknya melakukan koordinasi dan negosiasi dengan beberapa lembaga negara agar bisa mengembalikan para sandera dari militer Israel.

“Terima kasih kepada Presiden dan DPR RI yang sudah membantu mendorong dalam pembebasan WNI kita, kami sampaikan juga kepada Pemerintah Turkiye, Jordan, Mesir yang juga telah membantu dalam upaya pemulangan warga kita dan juga membantu penjemputan saudara kita,” tutur Menlu Sugiono dilansir dari Antara.

Pewarta Foto Republika Toudy Badai Rifan Billah (kiri) bersama ibunya saat keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono menegaskan pihaknya kembali mengecam keras tindakan personel Zionis yang melakukan kekerasan kepada para WNI yang mereka culik saat menyergap kapal mereka dalam konvoi pelayaran GSF 2.0 awal pekan ini.

Baca Juga :   POLDA KALSEL SITA 172,4 Kilogram Sabu dari Jaringan Antarprovinsi, Ada Termuat di Kemasan Teh China

Menurutnya, aksi penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan seperti terhadap WNI merupakan tindakan yang tidak manusiawi serta merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.

“Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan oleh Israel kepada saudara-saudara kita. Dan yang jelas ini merupakan satu pelanggaran hukum internasional karena ini ada masyarakat sipil sedang melakukan bantuan kemanusiaan ke saudara kita yang ada di Palestina,” kata dia.

Sebelumnya, seluruh relawan GSF dari berbagai negara dikonfirmasi telah dibebaskan dari penjara di Israel. Mereka telah dideportasi dan diterbangkan keluar dari wilayah Israel menuju Turkiye.

Setelah tiba di Istanbul, kesembilan WNI peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut sempat menjalani serangkaian proses pemeriksaan lanjutan terlebih dahulu sebelum dapat terbang pulang ke tanah air.

“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turkiye,” ucap Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama.

Adapun dari sembilan WNI yang ditahan oleh Zionis Israel itu, ternyata tak luput dari kekerasan fisik yang dilakukan personel militer negara tersebut. Dimana mereka mengaku dipukuli, ditendang, dan disetrum saat ditahan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB
OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:25

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12

HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14