SEJUMLAH SMPN di Banjarmasin Masih Kekurangan Murid Baru, Meski Terbantu Pendaftar Kabupaten Tetangga

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2020 - 20:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sejumlah SMP Negeri di Banjarmasin masih kekurangan peserta didik. Padahal pelaksanaan PPDB online sistem zonasi sudah dinyatakan selesai dan sudah memasuki masa daftar ulang.

Sebut saja SMP Negeri 13 Banjarmasin yang terletak di Kecamatan Banjarmasin Utara. Sekolah ini masih kekurangan 113 pendaftar dari kuota yang disediakan sebanyak 256 siswa.

“Yang mendaftar lewat zonasi, afirmasi, termasuk offline ada 143 orang,” ungkap Kepala SMPN 13 Banjarmasin, Zainal Hakim saat dihubungi melalui telepon, Selasa (14/07/2020).

Zainal menjelaskan, total kuota pendaftaran 256 itu rencananya untuk mengisi delapan rombel (rombongan belajar) yang sudah disediakan. Akan tetapi karena masih ada 113 pendaftar yang kekurangan, sehingga tiga rombel belum terisi.

“Rencana ada delapan rombel. Setiap rombel maksimal ada 32 siswa. Yang dapat cuma lima rombel. Jadi masih kurang tiga,” jelasnya.

Zainal menyadari bahwa proses PPDB sebenarnya secara resmi sudah dinyatakan selesai pada 4 Juli lalu. Dan waktu penambahan jalur offline juga selesai pada 13 Juli kemarin.

Tapi apa boleh buat, mengingat keperluan untuk mengisi tiga rombel masih banyak. Mereka pun, mau tak mau masih membuka pendaftaran sembari melaksanakan proses daftar ulang.

“Resminya sebenarnya sudah tutup. Tapi karena masih kurang jadi masih kami terima siswa yang mau masuk. Jadi sambil daftar ulang kami masih terima,” katanya.

Ia mengungkapkan, beruntung sekolah ini juga berdekatan dengan kabupaten tetangga (Barito Kuala) sehingga siswa dari kabupaten sebelah yang memilih mendaftar di sekolahnya juga sangat membantu untuk membenahi kekurangan.

Di sisi lain, yang menjadi persoalan akibat kekurangan ini empat guru di sekolah itu juga harus mencari jam tambahan di luar guna memenuhi sertifikasi yang mereka butuhkan.

“Kami tak bisa menunggu karena sudah masuk tahun ajaran baru sehingga sudah ada pembagian tugas. Akibatnya ada empat  guru yang menambah jam di luar. Tapi Alhamdulillah sudah dapat semua,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zainal menjelaskan alasan mengapa sekolah itu kekurangan pendaftar dikarenakan lokasinya yang berdekatan dengan beberapa sekolah keagamaan, seperti pondok pesantren dan Tsanawiyah.

“Dari penelusuran kami, karena sekolah kami ini berdekatan dengan sekolah lain yang berbasis agama. Mungkin di situ ada pilihan masyarakat di sana,” ujarnya.

Kondisi ini diperparah dengan jumlah SMPN lain yang juga terletak di wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara. Bahkan ada yang jaraknya tidak sampai satu kilometer.

Baca Juga :   POLISI Terima Laporan Siswa SMK Korban Pengeroyokan

“Di Utara ini ada 10 SMPN. Kami ini juga berdekatan dengan SMPN lain, seperti 32, 29, yang jaraknya tidak terlalu jauh. Juga di depan ada lagi SMPN 21 dan 15 yang lokasinya satu kecamatan,” bebernya.

Nasib serupa juga dialami SMPN 29 yang lokasinya tak jauh dari SMPN 13. Sekolah penyandang penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional ini juga kekurangan peserta didik.

Dari empat rombel yang disediakan hanya terisi tiga. “Masih, rencana itu awal ada empat robel dicari, tapi ini ada dapat tiga,” ucap Ketua PPDB SMPN 29, Fatmi Nastiti yang juga merupakan guru di sekolah tersebut.

Kendati kekurangan satu rombel, nasib guru di sana masih beruntung tak sampai harus mencari jam tambahan di luar. Sehingga pihaknya tak perlu membuka kembali pendaftaran.

“Sudah pas. Untuk guru-guru jadi tak ada masalah. Jadi tak ada guru satu pun yang bakal keluar,” bebernya.

Tak berbeda dengan SMPN 13, sekolah itu juga berada di perbatasan dengan Batola sehingga juga banyak siswa dari kabupaten tetangga yang mendaftar di sana.

Dari 95 pendaftar yang diterima, ada 25 siswa merupakan berasal dari kabupaten Batola. “Jadi zonasi dapat 11, afirmasi ada 9. Sisanya jalur offline 75. Dan ada 25 dari Batola,” beber Fatmi.

Adapun Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin Totok Agus Daryanto menjelaskan, hingga saat ini masih belum diketahui berapa jumlah sekolah yang masih kekurangan pendaftar setelah jalur offline ditutup pada 13 Juli lalu.

“Kami masih belum dapatkan laporan. Kemarin kan pendaftaran sampai 13 Juli, sekarang prosesnya daftar ulang. Kemungkinan hari Jumat sudah ada informasi perubahan komposisinya bagaimana bertambah berapa,” ujar Totok

Totok menjelaskan, meski ada beberapa sekolah yang masih kekurangan maka sekolah tersebut harus tetap menyelenggarakan pelajaran. Sebab menurutnya ini sifatnya kekurangan. Bukan tidak ada sama sekali.

“Karena bukan berarti tidak ada muridnya. Selama dia bisa menyelenggarakan setidaknya satu kelas, SMP itu masih bisa dikatakan layak untuk jalan,” ungkapnya.

Selain itu Totok mengakui, yang menjadi kendala akibat kekurangan pendaftar ini adalah guru yang  harus mencari jam tambahan di sekolah lain guna sertifikasi mereka. Sehingga kemungkinan akan dilakukan pergeseran nantinya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JASAD MENGAPUNG di Sungai depan Museum Perjuangan
PENJARINGAN Calon Ketua KONI Kalsel, Dinilai H Bambang Kepemimpinan Depan Orang-orang Tangguh
AKLAMASI, Paman Birin Kembali Pimpin PB Lemkari 2026-2031
PRIA MISTERIUS Tergeletak Tak Bernyawa di Emper Pertokoan Pasar Pagi Banjarmasin
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 22:21

GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!

Rabu, 15 April 2026 - 21:51

MANTAN Kadistamben Kukar Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Rp500 M

Senin, 13 April 2026 - 23:56

TIGA POTONGAN Jari dalam Toples, Identitas Masih Misteri!

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Minggu, 12 April 2026 - 02:04

RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Jumat, 10 April 2026 - 22:40

KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara

Senin, 6 April 2026 - 21:01

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 30 Maret 2026 - 20:06

OIKN Perkenalkan Budaya Lokal kepada Masyarakat

Berita Terbaru

(newswire.lk)

Internasional

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka

Minggu, 26 Apr 2026 - 23:11

Korban dan angkotnya dibakar pelaku yang tak terima ditegur karena serobot antrean ngetem di Tanah Abang (Foto: Istimewa)

Hukum

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 Apr 2026 - 23:01

Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan bersama Kantor Bea Cukai Kelas II Nunukan menggagalkan ribuan kosmetik ilegal dari Malaysia. (dok Pangkalan TNI AL Nunukan)

Hukum

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Minggu, 26 Apr 2026 - 22:43

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca