SARA Al-Saqqa: “Hancur Hati tak Bisa Selamatkan Banyak Nyawa di Gaza”

- Penulis

Kamis, 14 Desember 2023 - 00:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Sarah al-Saqqa di Rumah Sakit Shifa. (The Observer/Loay Ayyoub)

Dr Sarah al-Saqqa di Rumah Sakit Shifa. (The Observer/Loay Ayyoub)

SuarIndonesia — Sara Al-Saqqa menceritakan kisah pilunya sebagai dokter di Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, Palestina. Hal yang memilukan baginya adalah tidak bisa menyelamatkan banyak nyawa warga Palestina yang meninggal dunia atau luka akibat serangan Israel.

Dikutip detikNews dari BBC News, Selasa (12/12/2023), Sara lulus kuliah kedokteran pada Agustus 2023 lalu. Dia adalah perempuan pertama di Gaza yang menjadi dokter bedah.

Awal mula kehancuran hati Sara terjadi pada Sabtu (7/10/2023) lalu ketika Hamas menyerang Israel. Sejak saat itu, serangan darat dan udara balasan Israel telah menghancurkan sebagian besar Gaza dan membunuh lebih dari 15.500 orang.

Saat itu juga, Sara dipanggil rumah sakit untuk bekerja. Di sana, matanya menyaksikan “sebuah pembantaian, dan orang-orang terluka berbondong-bondong masuk.”

Dr Sara Al-Saqqa. (LinkedIn)

Sedari awal, staf rumah sakit sudah kewalahan dengan banyaknya pasien. Sebagian datang “dengan bagian tubuh terpenggal akibat pecahan peluru dan jenis-jenis luka lainnya karena terbakar intens.”

Saat Israel memulai serangan udara, mereka telah mengimbau penduduk Gaza untuk melakukan evakuasi dari utara ke arah selatan supaya lebih aman. Namun, Sara memilih untuk tinggal.

“Kami bekerja terus menerus selama lebih dari 34 hari tanpa berhenti, tanpa pulang ke rumah,” ujarnya.

Sara menggambarkan bagaimana keadaan terus memburuk: “Setiap pengeboman terjadi, ratusan pasien berdatangan secara bersamaan dan tidak mungkin untuk merawat mereka semua satu persatu.”

Banyak orang yang mencari perlindungan di dalam dan sekitar rumah sakit. Mereka berhimpit-himpitan di setiap jengkal yang ada, memasak roti di koridor-koridor, dan tidur di lantai dan lemari-lemari.

Para orang tua berusaha mengalihkan perhatian anak-anak mereka dengan beragam permainan.

RS Krisis Alat Kesehatan
Saat itu, kata Sara, rumah sakit kesulitan mendapatkan perlengkapan dasar seperti obat-obatan dan sarung tangan steril dan Sara harus memutuskan pasien mana yang menjadi prioritas berdasarkan kesempatan bertahan hidup mereka.

“Saya merasa sedih karena tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.

“Saya selalu melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan saya dengan hampir tidak ada apa-apa untuk menyelamatkan mereka, tetapi hati ini hancur, banyak nyawa tak berdosa yang tak bisa saya selamatkan,” imbuhnya.

Baca Juga :   LANJUTKAN Perjuangan Pahlawan, Begini Pesan Ketua DPRD Kalsel
Dr Sarah al-Saqqa di Rumah Sakit Shifa. (Al-Jazeera)

Membantu Ibu Melahirkan
Sara mengatakan kesedihannya berubah karena muncul sedikit rasa bahagia kala dia berhasil menyelamatkan ibu yang melahirkan setelah terperangkap di ruang operasi semalaman ketika pengeboman terjadi di luar rumah sakit.

Sara mati-matian mencoba menghubungi dokter ahli kandungan untuk membantu tetapi tak seorang pun datang.

Pada pukul 06:00, mereka tidak bisa menunggu lagi. “Saya berdoa kepada Tuhan kami untuk membantu saya dan menyelamatkan ibu dan bayinya,” ucapnya.

Bayi tersebut lahir dengan tali pusar mengikat lehernya, tetapi Sara mampu melepasnya sehingga bayi perempuan itu lahir dengan selamat. Dipenuhi rasa syukur, sang ibu menamai putrinya Sara.

Salah satu hal tersulit yang Sara rasakan adalah putusnya jalur komunikasi, sehingga dia tidak mampu mengecek keadaan ibunya, keempat saudara kandungnya, dan neneknya.

Ketika sambungan telepon dan koneksi internet terputus, keluarga Sara tengah menuju Rafah di selatan dan Sara tidak tahu apakah mereka selamat atau tidak: “Saya tidak bisa berfungsi atau terus bergerak, saya tidak bisa melakukan apa-apa.” Dirinya takut keluarganya menjadi korban pengeboman.

Sara bisa bernapas lega ketika mendengar keluarganya selamat. Namun, masalah tak berhenti di situ. Persediaan makanan dan minuman habis dan “dalam seminggu terakhir, tidak ada listrik kami bertahan hidup dengan keadaan minimum.” Hal sekecil ditawari sepotong roti pun menjadi momen bahagia.

Saat listrik padam, Sara harus menyusuri koridor yang dipenuhi orang-orang sambil memegang obor dan melakukan tindakan operasi dengan situasi nyaris gelap dengan suara-suara bom di sekitarnya.

“Saya menggambarkan ini sebagai fase terburuk dalam hidup saya, hidup di neraka,” ujarnya. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel
TEKAN ANGKA KECELAKAAN, Kakorlantas Resmikan Beroperasinya “Safety Driving Center” di Mapolda Kalsel
IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!
DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027
SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel
ATM BNI di Depan Minimarket Yulia Kuripan Sempat Bikin Khawatir Nasabah
KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya
PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Rabu, 8 April 2026 - 22:47

KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 23:29

DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

Selasa, 7 April 2026 - 21:50

SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel

Selasa, 7 April 2026 - 19:04

BELASAN TERSANGKA PENGEDAR Diamankan Polresta Banjarmasin dengan Sabu 2,2 Kg

Selasa, 7 April 2026 - 18:35

DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pesut. (Dok Yayasan Konservasi RASI)

Kaltara

POPULASI PESUT di Bulungan tak Sampai 100 Ekor

Rabu, 8 Apr 2026 - 23:38

Kalsel

KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel

Rabu, 8 Apr 2026 - 22:47

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca