RIBUT ‘BULLYING’ Pihak SDIT Ukhuwah Buktikan dengan CCTV, tidak Memihak dan Ikuti Proses Hukum

- Penulis

Jumat, 7 Maret 2025 - 13:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak SDIT Ukhuwah Banjarmasin, menumnukan awal kejadian di lokasi tempat bermain (SuarIndonesia/ZI)

Pihak SDIT Ukhuwah Banjarmasin, menumnukan awal kejadian di lokasi tempat bermain (SuarIndonesia/ZI)

SuarIndonesia – Ribut soal dugaan adanya  ‘bullying’ atau perundungan,  pihak SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu), Ukhuwah Banjarmasin, membuktikan dengan CCTV di sekolah dan tidak memihak siapapun.

“Kami tidak memihak siapa pun dan menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” kata Dewa Krisna ketika pada konferensi pers di SDIT Ukhuwah, pada Kamis (6/3/2025) petang.

Melalui kuasa hukumnya, BK (Bimbingan Konseling), Dewa Krisna, pihak sekolah membantah tudingan yang disampaikan orang tua korban

Ini semua terkait kasus yang ribut terkait dugaan bulllying menimpa salah satu siswanya.

“Kejadian  di lingkungan sekolah bukanlah perundungan, melainkan perkelahian biasa antara anak-anak,” tambahnya.

Semua dibukti dengan rekaman CCTV sekolah, yang diperlihatkan pada semua awak media dan lainnya  menunjukkan bahwa insiden tersebut terjadi dalam konteks bermain dan ketika bersiap pendidikan untuk salat berjemaan di lokasi mesjid, dan bukan tindakan intimidasi terencana.Karena semua punya pendapat masing-masing,  pihaknya tetap mengikuti proses hukum dan telah memenuhi panggilan Unit PPA Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin.

”Kami sudah menyerahkan sejumlah alat bukti kepada kepolisian dan siap menghadapi laporan ini secara hukum,” jelasnya.

Dari CCTV yang ditampilkan ketika itu, terlihat dan dijelaskan kalau anak pelapor si A dan si B dan C masih bermain di atas meja. Menurut konfirmasi anak-anak si A berusaha menegur B agar turun dari meja

Pihak sekolah mengatakan awal mulanya si A anak pelapor bercanda dengan B sembari mengatakan kata gendut. Tak terima akan hal itu terjadilah interaksi si A dan B serta dan C juga ikut serta melakukan interaksi pada A

Baca Juga :   MANTAN Plt Kadinsos HST Divonis Setahun Penjara

Pihak sekolah kembali menampilkan CCTV selanjutnya disana B menanyakan kenapa A mengatakan dirinya gendut hingga lainnya.

“Apabila kasus ini memang perundungan maka bisa kita lihat bersama berapa kali dalam sebulan hal itu dilakukannya.

Sedangkan ini tidak seperti itu, Sekali lagi dari awal kami pihak sekolah tidak membela si A dan B karena mereka adalah anak anak kami,” jelas Dewa Krisna.

Sedangkan, Reza F, orang tua korban, tetap bersikeras bahwa kejadian adalah perundungan dan meminta keadilan.

Ia menyebut bahwa bukti rekaman CCTV, hasil pemeriksaan psikolog dan psikiater menunjukkan anaknya mengalami trauma berat akibat insiden tersebut.

”Anak saya mengalami perubahan perilaku, jadi pendiam, mudah marah, dan selalu meminta ditemani jika keluar rumah. Bahkan, ia takut kembali ke sekolah,” ungkap Reza ditanya wartawan.

Sisi lain menyesalkan sikap orang tua pelaku yang hingga kini tidak menunjukkan itikad baik untuk meminta maaf.

“Karena tidak ada jalan damai, memilih membawa kasus ini ke pengadilan. Apa pun hasilnya, kami ingin keadilan ditegakkan,” ucapnya. (ZI)

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa
KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi
KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel
TEKAN ANGKA KECELAKAAN, Kakorlantas Resmikan Beroperasinya “Safety Driving Center” di Mapolda Kalsel
EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”
DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027
KEPALA BNN Usulkan Vape Pelarangan dalam RUU Narkotika dan Psikotropika
SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Rabu, 8 April 2026 - 22:47

KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 23:29

DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

Selasa, 7 April 2026 - 21:50

SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel

Selasa, 7 April 2026 - 19:04

BELASAN TERSANGKA PENGEDAR Diamankan Polresta Banjarmasin dengan Sabu 2,2 Kg

Selasa, 7 April 2026 - 18:35

DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pesut. (Dok Yayasan Konservasi RASI)

Kaltara

POPULASI PESUT di Bulungan tak Sampai 100 Ekor

Rabu, 8 Apr 2026 - 23:38

Kalsel

KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel

Rabu, 8 Apr 2026 - 22:47

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca