SuarIndonesia – Revitalisasi monumen perjuangan di Bukit Timah Desa Tanjung Dewa Kecamatan Panyipatan KabupatenTanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ini dialkukan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Lanal Banjarmasin dengan peletakan batu pertama, yang dilaksanakan secara simbolis oleh PJ. Bupati Tala, Syamsir Rahman dan Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Agus Setiyawan, S.H, Senin (13/11/2023).
Itu merupakan wujud nyata Pemerintah Daerah dan TNI AL dalam melestarikan sejarah di Negeri ini.
Rencana membangun kembali Monumen Perang Batakan Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan ditujukan agar lebih memotivasi generasi muda dalam berwisata sejarah untuk mengenang Tragedi Pertempuran “Perang Batakan” sehingga generasi muda memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang perjalanan sejarah bangsa.
Untuk memeriahkan acara tersebut Mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) yang tergabung pada Sanggar Seni Akademi Borney Gunkay (ABG) menampilkan Tarian Gipang Kibas dan Sendratari Tanah Banyuku yang menggambarkan tragedi perang Batakan.
Perlu diketahui bahwa pertempuran di Batakan adalah pertempuran antara pasukan yang dipimpin oleh Kapten Mustafa Ideham dari Divisi IV ALRI dengan belanda pada 7 April 1946.
Perang ini merupakan misi perebutan kembali wilayah Kalimantan dari penjajah yaitu dengan mengirimkan bantuan logistik untuk rakyat Kalimantan melalui jalur laut ke Batakan sehingga terjadilah pertempuran antara Divisi IV ALRI dengan Penjajah Belanda.
Sebagai dukungan Revitalisasi tersebut TNI AL melalui Lanal Banjarmasin menghibahkan Kapal Eks Patroli-nya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk dijadikan Monumen Perjuangan sebagai cagar budaya di daerahnya.
PJ Bupati Tala berterimakasih kepada seluruh Stake Holder dalam mendukung kegiatan Revitalisasi Monumen tersebut, Khususnya kepada TNI AL dengan hibah Eks Alutsistanya. (*/DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















