Progres Pembangunan Bandara Sudah 44,77 Persen

Progres Pembangunan Bandara Sudah 44,77 Persen

Suarindonesia – Pelaksana kegiatan bernilai triliunan tersebut bekerja dikejar waktu untuk menyelesaikan pembangunan pengembangan Bandara Syamsudi Noor, yang sesuai rencana selesai akhir 2019 ini..

Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor PT Angakasa Pura I, Noor Dadang Dian, menjelaskan dari dua paket pekerjaan yang dilaksanakan PT Nusa Kontruksi Enginering (NKE) dan PT Wijaya Karya (Wika), sudah 44,77 persen.

“Paket I yang dilaksanakan Wika karena baru dikerjakan Maret 2018 progresnya  31,225 persen.

Sedangkan paket II 66,436 persen. Dan progresnya sudah naik dari laporan per 6 Januari kemarin,’’ kata Dadang Dian seraya menambahkan paket I untuk pekerjaan gedung terminal, sedangkan paket dua pekerjaan apron dan bangunan penunjang di sela rapat evaluasi bandara di Setdaprov Kalsel, Rabu (23/1).

Sejalan dengan akan selesainya bandara,  Pemprov Kalsel juga dituntut bekerja cepat untuk menyelesaikan jalan akses utama menuju bandara.

Sadar diri anggaran tidak mencukupi,  pemprov mengusulkan ke Balan Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasim untuk dijadikan Jalan Nasional.

“Tahun ini kami menganggarkan untuk peningkatan jalan tersebut Rp40 miliar. Untuk menyelesaikan jalan dan bangunan pelengkap itu memerlukan Rp120 miliar,  dan kita berharap APBN masuk untuk membantu,’’ jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Menurut Roy, agar balai jalan bisa melaksanakan kegiatan maka tentunya harus dibuat surat perubahan status jalan tersebut dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.

Dijelaskan Roy, karena bandara sudah masuk status PSN, maka tidak salah jika kemudian dana APBN juga ikut membantu terkait akses jalan yang nantinya akan dijadikan akses utama dari penumpang jika mau ke bandara.

Roy menyebut setidaknya terdapat 8 kilometer jalan menuju bandara yang belum ditingkatkan.

Pihak pemprov hanya sanggup mengerjakan sepanjang dua kilometer.

“Sisanya kita berharap suntikan APBN,’’  tuturnya.

Sementara, Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris Makkie yang memimpin rapat evaluasi mengharapkan keberadaan bandara tidak hanya menguntungkan pengguna jasa penerbangan.

Ia menginginkan bandara menjadi penyerap tenaga kerja lokal.

“Saya berharap setelah selesai di sana jadi penyerap tenaga kerja lokal, lebih utama lagi warga di sana yang terkena imbas pembebasan lahan.

Mudah-mudahan tenaga kerja lokal diutamakan,’’ harapnya. (RW)

 

 210 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: