SuarIndonesia – Akhirnya setelah ingin mengulan aksinya, pelaku residivis penghipnotis yang bawa kabur sepeda motor pengojek dengan modus mau beli obat seraya menitip amplop disebut berisi uang ternyata potongan ketas diungkap jajaran Polresta Banjarmasin.
Pelaku Andi Rahman (46), ingin kembali mencari mangsa setelah berhasil mendapat dua korban dan meraup uang jutaan rupiah dengan modus berpura pura meminjam sepeda motor korban.
Namun, aksi berikutnya keburu ketahuan dan berakhir di balik jeruji besi milik Polresta Banjarmasin.
Pelaku Andi Rahman, warga Dalam GG.20 Kec Banjarmasin Barat ini, ditangkap petugas Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, pada Selasa (1/10/2024) ketika berada di RSUD Ulin Banjarmasin, yang mana dibantu Security setempat.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi melalui Kasat Reskrim AKP Eru Alsepa membenarkan telah mengamankan tersangka bersama barang bukti BPKB, rekaman CCTV, amplop coklat isi potongan kertas, celana dan sepatu tersangka.
“Tersangka ini merupakan residivis dan saat diamankan akan melakukan aksinya kembali ” jelas Kasat, Kamis (3/10/2024).
Dikatakan Eru, tersangka sudah mengakui melakukan penipuan, dimana sebelumnya dan telah menjual sepeda motor curian di daerah Kandangan.”Jika terbukti bersalah, tersangka akan dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUH pidana,” ujarnya.
Diketahui pertama pada Minggu (29/8/2024), sekitar pukul 12.00 WITA. Pelapor, Syahril, yang merupakan seorang buruh harian, melaporkan kehilangan sepeda motor Yamaha miliknya.
Selanjutnya, pada Rabu (4/9/2024 sekitar pukul pukul 13:00 WITA dengan korban Samsuri, warga Jalan Pramuka Komplek Melati Indah Banjarmasin Timur, dengan sepeda motor juga jenis Yamaha.
Saat itu, pelaku dengan modus sama ingin membeli obat. Kemudian meminjam motor dengan menjanjikan sebuah amplop yang diklaim berisi uang Rp 16 juta.
Namun, sekian lama d tunggu tersangka tidak datang dan amplop tersebut di buka yang ternyata hanya berisi potongan kertas. Pelapor Syarial mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta dan segera melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Banjarmasin.
Hal sama dialami Samsuri, yang ketika itu, dengan sepeda motor miliknya sedang mangkal menunggu penumpang di sekitaran depan rumah sakit.
Tiba-tiba dihampiri seorang pria mengenakan baju kaos lengan panjang warna merah dan bertopi di depan rumah sakit dan sempat menepuk pundak korban Samsuri seraya bertanya apotik obat dimana.
Karena ingin membeli obat untuk orang tuanya yang sedang di rawat di rumah sakit. Pria itu lantas berpura pijam motor dan sebelumnya mentipkan amplop pada korban yang disebut berisi uang untuk biaya orang tuanya, dan kalau dibawa takut tercecer.
Diduga karena sudah terhipnotis, korban begitu pasrah menyerahkan kunci motornya dan dengan santai pelaku tanpa mengenakan helm membawanya.
Setelah berjam-jam ditunggu tak muncul, dan korban mulai gelisah serta curiga, lantas membuka amplop yang diserahkan pelaku, ia langsung kanget ternyata isinya semua hanya potongan kertas.
“Kami sangat bersyukur dan terimaksih pada Kepolisian di Banjarmasin, pelakunya tertangkap, kerena sepeda motor itu, seharinya untuk mencari nafkah orang tua saja,” ucap Lina, salah satu anak korban Samsuri. (YI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















