Pituah Sultan bagi Urang Banjar di Perantauan Kompak Dukung untuk Maju

- Penulis

Rabu, 3 April 2019 - 20:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Sultan Banjar Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah dalam mengawali amanat atau pituah pada pengukuhan kerukunan bubuhan Banjar Provinsi Kaltim, Provinsi Kaltara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di pendopo Kutai Kartanegara Tenggarong, Jumat (29/4/2019) malam, pekan lalu bersenandung membawakan pantun,

“Manyanga iwak baminyak lanjar
Basayur tarung wan pucuk katu
Ulun himung lawan urang Banjar
Makin kompak dan bersatu.
Tasipak tunggul bakas puhun kayu
Jangan kada ingat mamakai sapatu
Amun bubuhan Banjar kompak dan bersatu
Insya Allah Kutai, Kaltim dan Kaltara semakin maju.”

Di hadapan Gubernur Kaltara Dr Irianto Lambrie, yang mewakili Gubernur Kaltim, Bupati Kutai Eddy Darmansyah dan Sultan Kutai Kartanegara Sultan Aji Mohammad Arifin, serta ribuan warga Banjar yang memenuhi pendopo, Sultan Banjar menyampaikan pituahnya, yang intinya meminta agar urang Banjar di mana saja, termasuk di Kaltim, Kaltara, dan Kutai Kartanegara semakin kompak, rukun dan bersatu antarsesama untuk kemaslahatan dan kemajuan bersama.

“Kalau ada urang Banjar yang menjadi calon legislatif, dari partai mana saja, hendaknya didukung dan dipilih, supaya bisa jadi. Kalau ada urang Banjar yang menjadi pejabat publik, hendaknya didukung juga supaya sukses mengemban jabatannya, sehingga mampu memajukan daerah dan masyarakatnya, juga membawa harum nama daerah asalnya yaitu Banjar Kalimantan Selatan,” pintanya.

Bahkan urang Banjar yang badagang atau bajualan, hendaknya juga ditukari (dibeli dan dijadikan langganan) supaya laku, sehingga usahanya semakin berkembang dan membawa kesejahteraan hidup, yang tentu akan berimbas kepada daerah asal. Dengan begitu keberadaan urang Banjar di perantauan semakin eksis dan mampu mewarnai bahkan memajukan daerah.

Sultan berpesan, meskipun urang Banjar di Kaltim, Kaltara dan Kutai Kartanegara sudah sekian lama tinggal di wilayah ini, bahkan sudah dianggap sebagai penduduk asli, bukan pendatang lagi. Namun tidak salahnya mereka mampu membawa diri, di maan bumi dipijak, di stiu langit dijunjung, sehingga tidak terjadi konflik dan benturan dengan suku-suku lain. Dengan begitu terwujud persatuan dan kesatuan dalam NKRI yang bhinneka tungal ika.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Irianto Lambrie, bahwa selama ini perantau Banjar dikenal santun, mereka tidak pernah mengganggu dan menyulut konflik dengan suku-suku lain, sehingga terwujud kehidupan yang rukun dan kondusif.

Sementara Abdullah Majedi, perantau Banjar di Kaltim dan Kaltara sangat besar. Di Kabupaten Kutai Kartanegara saja dari jumlah penduduk yang mencapai 675 ribu jiwa (2018), 45 persennya adalah urang Banjar.

Mengapa jumlah mereka begitu besar? Tak lain karena urang Banjar memang sudah lama merantau (madam) ke daerah ini. Sejak zaman Pangeran Suryanata dari Kerajaan Negaradipa sudah ada hubungan dengan Kerajaan Kutai, dan hal ini berlanjut di zaman Kesultanan Banjar. Bahkan Sultan Kutai pada abad ke-19 pernah mengundang sejumlah perantau Banjar datang ke sini untuk menangani usaha-usaha di bidang perikanan air tawar (sungai), pertanian dan perdagangan, terutama dengan masyarakat Dayak pedalaman. Sultan Kutai bersedia membayarkan utang-utang pajak mereka kepada penjajah Belanda, agar mereka bisa meninggalkan Banjar untuk berdiam di Kutai.

Baca Juga :   POLISI Terima Laporan Siswa SMK Korban Pengeroyokan

Irianto Lambrie yang berasal dari Rantau Tapin dan sebelum menjadi Gubernur Kaltara memegang sejumlah jabatan di Kaltim menekankan, urang Banjar adalah perantau handal, tidak hanya merantau di daerah-daerah yang ada di Kalimantan, tetapi juga di wilayah-wilayah Nusantara lainnya bahkan hingga ke luar negeri.

Menurutnya, perantau Banjar banyak bekerja sebagai pedagang, petani, nelayan sungai dan usaha-usaha jasa seperti tukang jahit, guru mengaji, ulama dan ustadz, khatib, muadzin, imam dan pengurus masjid.

Perantau Banjar di wilayah ini memiliki keunggulan di bidang agama, dalam arti banyak menggeluti urusan-urusan keagamaan baik formal maupun nonformal. Bagi yang bekerja sebagai pegawai negeri kebanyakan bekerja di instansi/lembaga keagamaan, seperti kantor-kantor kementerian agama, pengadilan agama, perguruan tinggi agama Islam dan sebagainya.

Sedang tokoh Banjar asal Barabai, H Khairansyah mengatakan, beberapa daerah di Kaltim dan Kaltara, khususnya Kutai Kartanegara memiliki kekayaan alam yang sangat besar, baik dari sektor pertambangan batubara, migas, kayu dan hasil-hasil hutan lainnya.

Hal ini memudahkan dalam berusaha, pokoknya asal mau berusaha Insya Allah hidupnya akan sejahtera. Banyak toko dan pasar buka sejak pagi hingga malam hari, usaha-usaha perdagangan barang dan jasa juga ramai.

Karena kelebihan ini maka urang Banjar yang bergerak di bidang keagaman juga mendapatkan insentif yang lumayan. Pemerintah memberikan tunjangan yang cukup besar kepada kaum-kaum masjid (marbot), guru-guru agama swasta, dan sejenisnya, hingga para ketua RT pun bergaji Rp1,5 juta per bulan. Dibanding gaji Ketua RT di Banjarmasin yang hanya Rp400 ribu, dan akan naik menjadi Rp500 ribu, tentu jumlah di atas lumayan besar.

Meskipun demikian Khairansyah berharap warga Banjar bisa mengembangkan sayapnya, tak hanya menonjol di bidang keagamaan, tetapi juga bidang-bidnag pembangunan lain yang sangat luas.dengan begitu urang Banjar akan semakin eksis dan dapat memajukan daerah secara lebih komprehensif. Ini tentu membutuhkan diversifikasi pengetahuan dan keahlian, dan hal ini sangat terkait dengan penguatan, pengayaan dan peningkatan pendidikan.

Menurut Muchlis, seorang tokoh perantau Banjar, kerukunan bubuhan Banjar di daerah ini cukup aktif. Pengurusnya tersebar hingga ke kecamatan-kecamatan. Ia mengharapkan selain menjalin hubungan melalui media online, seyogyanya ada media cetak khusus seperti bulletin yang bisa menjadi media informasi, komunikasi dan aspirasi sesama warga Banjar di perantauan.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08

KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:59

MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat

Senin, 8 Juni 2026 - 22:39

2.834 NARAPIDANA ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31

MENHAJ: Acuan Kuota Haji 2027 tetap di Angka 221 Ribu Orang

Senin, 8 Juni 2026 - 22:25

DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21

BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah

Berita Terbaru

DP3A P2KB PMD gelar Implementasi Konvensi Hak Anak Wujudkan Sekolah Ramah Anak, berlangsung di Aula Dharma Setya kantor setempat, diikuti para kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Rabu (10/6/2026). (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:10

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca