PILKADA, “Siapa Nang Pian Tunggu 2024 ?”

- Penulis

Minggu, 2 Juni 2024 - 15:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pertanyaan “siapa nang pian tunggu 2024?” sangat populer di Banjarmasin, sebab ratusan spanduk dan bahkan baleho terkait hal tersebut, sudah beredar lebih setahun yang lalu oleh seorang bakal calon.

Setiap orang tentu memberikan jawaban berbeda-beda. Ada yang menjawab langsung tertuju pada orang, namun ada juga yang merujuk pada gagasan.

Saya sendiri lebih tertarik untuk merujuk pada gagasan, karena gagasanlah yang akan membawa pada perubahan, sementara menyangkut orang, dapat dinegosiasikan.

Dan negosiasi itu sekarang sedang bergulir di partai politik, menentukan siapakan calon yang akan ditawarkan kepada warga pemilih.

Kalau pertanyaan tersebut diajukan kepada saya, maka saya menjawab menunggu seseorang: Pertama, mau dan berani mencabut Perwali 152/2024.

Karena telah “mengambil” uang rakyat tanpa melalui proses legislasi, tidak memberikan opsi alternatif, dan sebagian besar warga yang uangnya diambil, tidak mendapatkan manfaat pelayanan dari yang mengambil;

Kedua, menunggu seorang calon walikota yang peka dan sensitif terhadap beban ekonomi warga, sehingga berani mencabut Perda parkir yang mahalnya selangit, padahal menertibkan parkir liar saja tidak mampu;

Baca Juga :   PESTA DEMOKRASI Jangan Sampai Timbulkan Luka

Ketiga, menunggu sorang calon walikota yang serius membina UMKM, dan berani menurunkan pajak yang membebani. Tidak hanya bersemangat memungut pajaknya, namun tidak pernah menyentuh segala persoalan yang sedang menghimpit mereka;

Keempat, menunggu seorang calon yang tidak hanya asyik dengan serimonial, tapi lupa menyelesaikan berbagai persoalan yang sangat mendasar terkait pendidikan dan kesehatan. Bangga kalau ada calon yang mampu membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan, sebagaimana terjadi di tempat lain karena pemimpinnya pandai mengelola keuangan daerah;

Sambil menunggu, saya mencoba mendorong pemimpin seperti itu lahir, karena pada dasarnya sangat banyak yang mampu melakukannya, hanya saja terhambat oleh Pilkada yang mata duitan. (Oleh: Noorhalis Majid)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENGAPA Gerakan Dayak Harus Bersatu
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun
PEMERINTAH, Gaduh Oleh Ulah Sendiri
MELAYANI dengan Kearifan Lokal, Bertumbuh di Era Digital
PENGADAAN MOBIL Listrik yang “Menyengat” Warga Miskin
KEBUDAYAAN Banjar dengan Ungkapan “Dipintarinya”
ANALISISI DAN PERSPEKTIF Keadilan dan Hak Asasi Manusia Kasus Pembunuhan Zahra Dilla
MOTIVASI “Anak Punai Rajawali”

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:35

KONTROVERSI Pelibatan Babinsa dalam Mengawasi Kepatuhan Wajib Pajak Dikritik – ‘Bisa Menggerus Kepercayaan’

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05

PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:49

DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:57

CERITA FOTO IKONIK Lionel Messi Memandikan Lamine Yamal saat Bayi

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:12

EDUKASI Pelajar SMPN 2 Banjarmasin Lewat Program Police Goes To School

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:56

DIPICU SUARA KNALPOT, Pedagang Gorengan Bunuh Seorang Pemuda di Hadapan Sang Istri

Berita Terbaru

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel M Fitri Hernadi. (Foto: ANTARA/Tumpal AA)

Bisnis

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:52

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca