PHONGYANG Pulangkan 700 Warganya dari China dan Rusia!

- Penulis

Jumat, 1 September 2023 - 21:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUASANA kota Phongyang, Korea Utara. (Reuters/Damir Sagolj)

SUASANA kota Phongyang, Korea Utara. (Reuters/Damir Sagolj)

SuarIndonesia — Korea Utara memulangkan setidaknya 700 warganya yang menjadi pekerja di China dan Rusia secara bertahap dalam beberapa waktu belakangan.

Media pemerintah Korut, Rodong Sinmun, melaporkan para pekerja itu dipulangkan setelah terjebak di China dan Rusia ketika pandemi Covid-19 merebak pada 2020 lalu.

Saat itu, pemerintah Korut mengirimkan pekerja ke China dan Rusia untuk mengeruk pendapatan dalam mata uang asing yang sangat mereka perlukan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebenarnya sudah menetapkan bahwa Korut seharusnya memulangkan semua pekerja mereka dari luar negeri pada 2019, sebagai bagian dari sanksi internasional.

Korut tak pernah menaati perintah PBB tersebut. Kala pandemi melanda pada 2020, Korut juga menutup rapat perbatasan sehingga warganya tak bisa pulang.

Kini, Korut mulai membuka perbatasan, walau mereka masih menerapkan pemeriksaan ketat bagi para pekerja yang dipulangkan.

Semua warga yang ingin kembali ke kampung halaman mereka harus melalui pengawasan medis ketat. Mereka juga harus menjalani karantina selama sepekan di fasilitas yang sudah ditentukan.

Sejumlah media Korea Selatan melaporkan jumlah pekerja Korut di China mencapai sekitar 100 ribu orang, sementara di Rusia diperkirakan sekitar 3.000-4.000 orang.

Beberapa sumber mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA) bahwa pekerja yang dipulangkan di kloter awal merupakan pelaku kejahatan, berpenyakit, atau memiliki masalah di perusahaan tempat bekerja.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Korut mengirimkan pesawat dari maskapai pemerintah, Air Koryo, ke Kota Vladivostok, Rusia, untuk memulangkan warga mereka yang bekerja di sana.

Seorang warga Vladivostok mengatakan kepada RFA bahwa sekitar 200 pekerja Korut sudah dipulangkan dalam penerbangan pertama.

“Mereka kebanyakan pejabat dan pekerja yang pernah mencoba kabur, tapi ditahan dan dipenjara beberapa bulan,” ujar warga itu.

“Ada pula mereka yang dianggap bermasalah oleh perusahaan mereka, dan mereka yang sakit, juga yang dianggap lemah.”

Warga itu kemudian mengungkap bahwa saat ini, mulai muncul kekhawatiran di tengah perusahaan-perusahaan tempat para warga Korut itu bekerja.

“Yang saya tahu, repatriasi pekerja Korut ini berlangsung tanpa pemberitahuan terlebih dulu, jadi pejabat-pejabat perusahaan khawatir mereka yang terpilih akan berupaya kabur,” katanya, sebagaimana dikutip CNNIndonesia, Jumat (1/9/2023).

“Mereka lantas berupaya menahan para target repatriasi itu dengan menenangkan mereka menggunakan kata-kata yang sebaik mungkin.” (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:49

SEORANG BURUH di Banjarmasin Ancamkan Pisau dan Cabuli Anak Tiri, Berakhir Dicokok Polisi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:36

KEMENDAGRI: DESLab untuk Edukasi Pemilu Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30

ROBI HERBAWAN Ditunjuk Menjadi Kabais TNI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20

KEMENHAJ Larang JCH Tur Kota sebelum Puncak Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:54

UU IMIGRASI Disosialisasikan Anggota DPR RI Pangeran Khairul Saleh pada Masyarakat Banua Lawas Tabalong

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:48

JCH Diminta Manfaatkan Aplikasi Kawal Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:41

PRESIDEN PRABOWO Ingin Semua Lembaga Direformasi, Termasuk Polri

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:07

REVISI UU Anti-Monopoli untuk Hadapi Dinamika Ekonomi Digital

Berita Terbaru

Tim SAR setelah mengevakuasi empat jasad ABK korban gas beracun di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (7/5/2026). (Foto: Kantor SAR Banjarmasin)

Kalsel

TIM SAR Evakuasi Jasad Empat ABK TB Samudra Jaya 1

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:51

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca