Suarindonesia – Apa kata Direktur Utama PT Pelabuhan Swangi Indah, Krismarsyaf Tamba, menyangkut perjanjian konsensi soal rencana bangun pelabuhan di Ibu Kota Negara (IKN) baru.
Dan inilah ungkapan Krismarsyaf, dengan semua itu merupakan bentuk kepastian bagi swasta yang bergelut di bidang kepelabuhan.
Diketahui sebelumnya, pada Jumat (4/10) lalu, dilakukan penandatangan perjanjian konsensi antara Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIl Kotabaru-Batulicin, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan dengan PT Pelabuhan Swangi Indah yang dilakukan Direktur Utama PT Pelabuhan Swangi Indah, Krismarsyaf Tambia di Jakarta.
Semua, menyusul dengan penetapan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sebagai IKN baru.
Dan, persiapan pembangunan tengah dilakukan pemerintah pusat. Dimana salah satunya adalah pembangunan pelabuhan baru di Kotabaru, Batulicin Kalimantan Selatan.
“Perjanjian juga merupakan bukti adanya persaingan bisnis yang sehat. Karena tidak ada monopoli dalam bisnis ini.
Siapapun swasta yang memiliki Badan Usaha Pelabuhan dapat mengembangkan bisnisnya dengan menggandeng pemerintah sebagai rekan bisnis,” tegas Krismarsyaf.
Dengan terjalinnya kerjasama lanjutnya, dapat membuka peluang bagi
pengusaha, khususnya putera daerah untuk mengembangkan bisnisnya di bidang usaha pelabuhan.
“Tentunya berimbas pada meningkatnya perekonomian masyarakat daerah setempat,” tambahnya.
Menurut Krismarsyaf, peran pelabuhan saat ini sangat penting dan strategis dalam pertumbuhan industri dan perdagangan.
Bahkan pula merupakan suatu entitas usaha yang memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.
Tak berbeda apa dipaparkan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kotabaru-Batulicin, Capt M Hermawan.
Itu, karena lokasi pelabuhan berdampingan dengan IKN baru. Sehingga kerja sama tersebut diharapkannya dapat bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya kepada masyarakat sekitar.
“Iya harapan kami pula, melalui perjanjian dapat memberikan nilai positif pada peningkatan ekonomi sekitar, melalui penyerapan tenaga kerja, serta usaha mikro dan makro,” ujarnya dalam siaran tertulis.
Dikatakan, keberadaan pelabuhan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional, mulai dari mikro hingga makro.
Sehingga pembangunan dirasakan dapat membangun wilayah Kalimantan Selatan ke depannya.
Dirinya juga berharap, dengan hadirnya Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Swangi Indah akan menstimulus BUP swasta lainnya.
Khususnya dari Kalimantan Selatan untuk turut berinvestasi di bidang kepelabuhanan, khususnya di Pelabuhan Kotabaru-Batulicin.
“Apalagi saat ini kita ketahui Provinsi Kalimantan Selatan akan menjadi salah satu wilayah penopang IKN baru yakni di Kalimantan Timur,” bebernya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















