PERISTIWA MONUMENTAL, Ribuan Warga di Milad ke-113 Muhammadiyah Tingkat Nasional Dipusatkan di Kalsel Berlangsung Sukses

- Penulis

Minggu, 23 November 2025 - 14:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia -Ribuan warga, termasuk pimpinan daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga pelajar di Milad ke-113 Muhammadiyah Tingkat Nasional dipusatkan di Kalimnatan Selatan (Kalsel) berlangsung sukses.

Perayaan ini menjadikan peristiwa monumental (memiliki nilai sejarah atau makna yang penting dan abadi ) bagi warga Banua.

Tidak hanya menjadi agenda tahunan, hari besar ini juga menandai 1 Abad perjalanan Muhammadiyah di Kalsel, sejak pertama berdiri di Alabio pada 1925.

Acara puncak  sekaligus peringatan 1 Abad Muhammadiyah di Kalsel   digelar pada Minggu (23/11/2025) di Halaman Ponpes Nurul Amin berlangsung meriah sekaligus khidmat.

Sekitar 6.000 lebih warga Muhammadiyah, termasuk pimpinan daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga pelajar, hadir meramaikan resepsi yang mengusung tema nasional: “Bergerak Maju Menyongsong Indonesia Emas.”

Momentum bersejarah  semakin lengkap dengan apresiasi dari Polda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

“Kepolisian menyampaikan ucapan selamat serta penghargaan atas kontribusi besar Muhammadiyah dalam pembangunan Banua,” ucapnya.

Kapolda menyebut bahwa perjalanan panjang Muhammadiyah telah memberikan dampak signifikan bagi pembentukan karakter masyarakat.

“Muhammadiyah telah menjadi pilar penting yang menjaga nilai-nilai keagamaan serta memperkuat persatuan umat di Kalimantan Selatan.

Semoga Muhammadiyah terus memberi manfaat, menjadi teladan, dan menguatkan masyarakat religius, cerdas, berkeadaban,” ujarnya.

Sinergi antara Muhammadiyah dan Polda Kalsel bukanlah hal baru. Keduanya kerap berkolaborasi dalam kegiatan sosial, pendidikan, pelayanan masyarakat, hingga upaya menciptakan iklim kondusif di tengah masyarakat.

Hubungan harmonis ini memperlihatkan bagaimana tokoh agama dan aparat negara dapat berjalan seiring menjaga stabilitas Banua. Peringatan satu abad ini juga menjadi ajang refleksi bagi Muhammadiyah Kalsel.

Sebagai organisasi yang mengedepankan pemurnian ajaran Islam dan pembaruan pemikiran, Muhammadiyah telah melahirkan banyak lembaga pendidikan, rumah sakit, dan pusat dakwah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :   BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027

Para kader muda Muhammadiyah pun terlihat antusias. Banyak yang menyebut peringatan ini sebagai energi baru untuk langkah organisasi ke depan. Dengan tantangan zaman seperti digitalisasi dakwah, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan moderasi beragama.

Muhammadiyah di abad kedua dituntut tetap visioner dan responsif. Dengan dukungan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat luas, Muhammadiyah diyakini mampu terus menjadi motor pencerahan bagi generasi Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Perayaan di Kalsel ini bukan penutup sebuah fase, melainkan pembuka era baru gerakan pencerahan di Banua dan Nusantara.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Muhadjir Effendy, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa peringatan satu abad Muhammadiyah di Alabio bukan sekadar seremoni historis, melainkan momentum besar untuk bersyukur serta memperkuat arah gerakan Muhammadiyah ke depan.

“Peringatan satu abad Muhammadiyah di Alabio ini bukan hanya mengingatkan kita pada sejarah panjang perjuangan para pendahulu, tetapi juga menjadi momentum untuk bersyukur dan meneguhkan kembali komitmen kita dalam menebar manfaat bagi umat dan bangsa,” ujar Prof. Muhadjir.

Lebih lanjut, Prof Muhajir menilai bahwa perjalanan Muhammadiyah di Kalimantan Selatan selama 100 tahun memberi bukti nyata tentang konsistensi persyarikatan dalam menghadirkan pendidikan yang mencerahkan, layanan kesehatan yang membumi, serta berbagai program sosial yang dekat dengan kebutuhan masyaraka. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLIDIK di Sekolah Islam Terpadu Nuril Fikri Banjarmasin
DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng
PEMPROV Usulkan Bantuan Tangani Karhutla untuk Enam Kabupaten
10 PROVINSI Diujicobakan MBG Prasmanan
98 KASUS KARHUTLA Korporasi Naik ke Penyidikan
INOVASI Teknologi “Iceberg” Disiapkan Tangani Karhutla di Kalimantan
PRESIDEN Prabowo Minta Penanganan Karhutla tak Tunggu Hujan
CEGAH DAMPAK ASAP, Menkes: Kelompok Rentan Perlu Batasi Kegiatan di Luar

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:16

INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Senin, 28 September 2026 - 20:31

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Berita Terbaru

Budaya

BERTRANSFORMASI Pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026

Senin, 19 Okt 2026 - 21:55

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan seusai rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10/2026). (Foto: Antara/Shofi Ayudiana)

Nasional

10 PROVINSI Diujicobakan MBG Prasmanan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca