PENGAWASAN PSU Barut Dilakukan Secara Luar Biasa

- Penulis

Rabu, 23 Juli 2025 - 21:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Bupati Barito Utara Bidang Politik dan Hukum Ardian memberikan sambutan pada kegiatan penguatan kapasitas bagi jajaran pengawas pemilu Ad hoc serta sekretariat dan staf pendukung di Muara Teweh, Rabu (23/7/2025). (ANTARA/Dokumen Pribadi)

Staf Ahli Bupati Barito Utara Bidang Politik dan Hukum Ardian memberikan sambutan pada kegiatan penguatan kapasitas bagi jajaran pengawas pemilu Ad hoc serta sekretariat dan staf pendukung di Muara Teweh, Rabu (23/7/2025). (ANTARA/Dokumen Pribadi)

SuarIndonesia — Koordinator Divisi (Koordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu RI Loli Suhenti menegaskan pengawasan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pasca putusan Mahkamah Konstitusi di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, luar biasa.

“PSU Barito Utara ini adalah PSU luar biasa. Maka pengawasannya pun harus dilakukan secara luar biasa. Jangan sampai PSU luar biasa, tapi pengawasannya biasa-biasa saja,” kata Loli Suhenti di Muara Teweh, Rabu (23/7/2025).

Hal itu ditegaskan Loli dalam penguatan kapasitas pengawas Pemilu Ad hoc dan sekretariat Bawaslu Kabupaten Barito Utara.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi nasional dalam menghadapi PSU tindak lanjut putusan MK pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara 2024.

“Pentingnya pengawasan maksimal dalam PSU yang disebutnya sebagai “PSU luar biasa” ini, kata Loli Suhenti.

Dia mengingatkan dari 25 putusan MK terkait PSU, hanya dua daerah Papua Selatan dan Papua yang belum melaksanakan.

Sementara Barito Utara menjadi satu-satunya daerah yang harus mengulang PSU untuk kedua kalinya akibat persoalan politik uang.

“Kami mengakui memiliki ikatan batin kuat dengan Kalimantan, juga menyoroti bahwa semua mata kini sedang tertuju pada Barito Utara,” kata dia.

Loli mengajak seluruh jajaran pengawas untuk bekerja dengan penuh integritas, mencegah setiap potensi pelanggaran, serta menyelesaikan setiap persoalan secara cepat agar tidak kembali bermuara pada gugatan MK.

“Kita tidak boleh membiarkan PSU ketiga terjadi. Kalau PSU pertama adalah peringatan, PSU kedua harus jadi pembelajaran. Tidak boleh ada PSU ketiga!,” ujarnya penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak, termasuk jajaran ad hoc, penyelenggara teknis KPU, peserta pilkada, dan media, untuk membangun ekosistem pemilu yang jujur, adil, dan transparan.

Selain itu, Loli menyoroti pentingnya mitigasi terhadap kerawanan pemilu seperti pemilih ganda, pemilih tidak terdaftar, dan potensi politik uang. Ia menyebut bahwa hal-hal semacam itu harus dicegah secara kolektif.

“Kalau masih terjadi pelanggaran, maka segera selesaikan. Jangan dibiarkan menjadi bola liar yang akhirnya menggugurkan kepercayaan publik dan kembali berakhir di MK. Selesaikan, selesaikan, selesaikan!,” kata dia menegaskan.

Pada kesempatan itu, Loli mengingatkan bahwa PSU Barito Utara kali ini bukan hanya menjadi perhatian lokal, tetapi juga nasional. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen pengawas pemilu untuk menjadikan forum penguatan ini sebagai ajang merumuskan strategi pengawasan terbaik dan memastikan PSU pada 6 Agustus 2025 berjalan aman, tertib, dan berintegritas.

Baca Juga :   MENU MBG di Seruyan Positif Mengandung Bakteri

“Kita ingin siapa pun yang menang nanti, dapat diterima semua pihak tanpa gugatan, tanpa konflik. Itulah tradisi masyarakat kita, semua bisa dibicarakan, semua bisa diselesaikan dengan kearifan lokal,” ujar Loli Suhenti.

Staf Ahli Bupati Barito Utara Bidang Politik dan Hukum Ardian menyatakan PSU merupakan bagian dari proses pemilu yang dilakukan secara konstitusional dan demokratis untuk menjaga kemurnian suara rakyat. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mendukung pelaksanaan PSU yang adil dan transparan, dengan penguatan kapasitas pengawas Pemilu sebagai langkah strategis.

Penguatan kapasitas pengawas pemilu ini sangat penting untuk memastikan pemilu yang berlangsung jujur, adil, dan terhindar dari pelanggaran.

“Kami berharap agar pengawas pemilu dapat memahami regulasi yang berlaku dan mampu menangani pelanggaran dengan profesional,” kata Ardian, dilansir dari ANTARANews.

Dia menjelaskan bahwa PSU adalah amanat dari konstitusi yang dilakukan sebagai bentuk koreksi terhadap proses pemilu yang dianggap perlu diulang, akibat adanya pelanggaran prosedural atau substansi hukum.

Dalam hal ini, pengawasan yang kompeten dan profesional menjadi kunci utama tercapainya pemilu yang berintegritas.

“PSU bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, aparat keamanan, hingga masyarakat. Semua pihak harus berkontribusi untuk memastikan PSU berjalan dengan baik,” kata dia.

Ketua Bawaslu Barito Utara Adam Parawansa Syahbubakar menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh jajaran pengawas, mulai dari komisioner panwaslu kecamatan, kepala sekretariat, hingga staf yang selama ini telah aktif melaksanakan tugas pengawasan.

Penguatan ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi seluruh tahapan PSU pasca keputusan MK.

“Penyelenggara pilkada tidak hanya berbicara soal teknis pengawasan, tetapi juga menyangkut aspek administratif dan pertanggungjawaban keuangan yang harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” tegas Adam. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA Kapuas Hanguskan Rumah Warga
MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI
SMAN 2 Katingan Kuala Juara Nasional Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026
KARHUTLA Meluas, Gubernur Agustiar Desak Helikopter Segera Tiba
KARHUTLA KOTIM: Status Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 15 September
PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla
PERKUAT Ikhtiar Hadapi Kemarau Melalui Salat Istisqa

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:25

BERKOLABORASI Jaksa di Kalsel dan IKA UNAIR Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:54

KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:19

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:13

AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:26

INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:07

DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:41

KARHUTLA Kapuas Hanguskan Rumah Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:36

JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca