PEMILU ‘Aneh’ Bangladesh, Sheikh Hasina Kelima Kalinya Jadi PM

- Penulis

Senin, 8 Januari 2024 - 22:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sheikh Hasina berbicara kepada pers setelah memberikan suaranya di Dhaka. Dia memenangkan pemilu untuk kelima kalinya pada Minggu (7/1/2024) di tengah berbagai kontroversi dan penentangan. [Prime Minister's office via Reuters]

Sheikh Hasina berbicara kepada pers setelah memberikan suaranya di Dhaka. Dia memenangkan pemilu untuk kelima kalinya pada Minggu (7/1/2024) di tengah berbagai kontroversi dan penentangan. [Prime Minister's office via Reuters]

SuarIndonesia — Perdana Menteri Petahana Bangladesh, Sheikh Hasina, memenangkan pemilihan umum (pemilu) untuk kelima kalinya pada Minggu (7/1/2024) di tengah berbagai kontroversi yang mewarnai pemilu.

Hasina dan partainya, Awami League (AL), memenangkan suara mayoritas absolut dalam pemilu kemarin.

Meski begitu, Komisi Pemilu Bangladesh (EC) mengatakan suara yang masuk dan sah hanya terhitung 40 persen dari total pemilih. Jumlah ini sangat rendah dibandingkan pemilu 2018 yang mencapai 80 persen suara.

Awami League (AL) meraup 167 persen kursi dari total 227 kursi di pemilu.

Sementara itu, sejumlah kandidat PM dari partai independen berada di posisi kedua dengan total 63 suara. Di sisi lain, kandidat dari oposisi pemerintah yakni Partai Jatiya hanya meraup 11 suara menurut EC.

Seluruh kandidat PM yang berasal dari independen ini adalah orang-orang yang pernah ditolak AL.

Hampir seluruh kandidat PM independen ini diminta oleh para partai pengusung mereka untuk mencalonkan diri sebagai “kandidat formalitas” hanya untuk memberikan kesan kompetitif dalam pemilu kali ini di hadapan dunia.

“Ini adalah hasil pemilu yang aneh,” ucap seorang aktivis hak asasi manusia dan fotografer terkenal, Shahidul Alam, kutip CNNIndonesia dari AlJazeera.

“Kandidat palsu dalam pemilu sekarang akan menghasilkan keputusan parlemen palsu,” paparnya menambahkan.

Pemilu kali ini juga diboikot oleh oposisi utama pemerintahan Hasina, Partai Nasionalis Bangladesh (BNP). Pada November lalu, BNP menyerukan boikot pemilu hingga pemerintah mengecap oposisi sebagai teroris.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

“Saya tidak tahu tentang daerah lain di negara ini, tapi saya rasa saya belum pernah melihat Dhaka yang sepi selama bertahun-tahun,” kata Abdullah Yusuf, seorang insinyur di daerah Dhanmondi di ibu kota, kepada AlJazeera.

“Rasanya seperti hari-hari awal Covid-19. Saya melintasi dua TPS pada tengah hari dan tidak melihat banyak orang selain pendukung AL yang memakai lencana. Klaim Komisi Eropa sebesar 40 persen sangat tidak masuk akal,” paparnya menambahkan.

Selain diwarnai boikot, pemilu kali ini juga diwarnai insiden kekerasan hingga teror yakni ledakan di sejumlah tempat.

Salah satunya pembakaran kereta penumpang, Benapole Express tujuan Dhaka, yang membuat empat penumpang tewas pada Jumat (5/1/2024) lalu.

Seorang pejabat di kantor polisi Wari mengatakan polisi mencurigai adanya sabotase dan baru bisa memastikan penyebab kebakaran usai penyelidikan dilakukan.

Mengutip dari media lokal Bangladesh, The Daily Star, setidaknya ada lebih dari seratus bom molotov diledakkan di beberapa tempat di kota Habiganj. Polisi menduga aksi itu dilakukan aktivis BNP untuk memboikot pemilu dengan menimbulkan ketakutan warga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pejabat polisi di Habiganj, Hasibul Islam, mengatakan diduga aktivis BNP juga menyerang kantor pemenangan pemilu AL dan juga membakar dua sepeda motor. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:02

DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Kamis, 16 April 2026 - 22:51

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan

Kamis, 16 April 2026 - 22:18

DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab

Kamis, 16 April 2026 - 21:52

TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca