PEMBUNUHAN Transgender di Inggris Berawal dari ‘Fantasi Gelap’ Dua Remaja

- Penulis

Selasa, 26 Desember 2023 - 23:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brianna Ghey [16], tewas setelah ditikam 28 kali di sebuah taman di Cheshire, Inggris pada 11 Februari 2023. [Getty/Supplied]

Brianna Ghey [16], tewas setelah ditikam 28 kali di sebuah taman di Cheshire, Inggris pada 11 Februari 2023. [Getty/Supplied]

SuarIndonesia — Sepasang remaja yang mengaku memiliki “fantasi gelap” soal kekerasan dan penyiksaan, dinyatakan bersalah atas pembunuhan seorang gadis transgender berusia 16 tahun di Cheshire, Inggris.

Korbannya adalah Brianna Ghey, yang ditikam sebanyak 28 kali di sebuah taman pada 11 Februari 2023. Sementara itu, identitas kedua pelaku dirahasiakan karena masih di bawah umur.

Identitas kedua pelaku tidak bisa disebutkan karena masih berusia 16 tahun, namun keduanya diidentifikasi sebagai remaja perempuan X dan remaja laki-laki Y.

X dan Y telah merencanakan pembunuhan terhadap Brianna sebelumnya. Mereka bahkan menuliskan rencana tersebut di sebuah kertas. Fakta ini mengagetkan pihak berwenang yang menangani kasus ini, dan membuat orang tua Brianna sangat terpukul.

“Pesan-pesan WhatsApp di antara mereka ketika merencanakan tindakan ini, membahas soal pembunuhan, penyiksaan, dan kekejaman, sangat mengerikan untuk dibaca,” kata Jaksa Ursula Doyle.

Doyle mengatakan pesan-pesan tersebut “memberi gambaran mengerikan soal apa yang ada di dalam pikiran kedua pelaku” yang membunuh Brianna.

Terjadi kehebohan di persidangan ketika putusan dijatuhkan setelah pertimbangan selama empat jam 40 menit.

Hakim di Pengadilan Manchester, Justice Yip, memberi tahu kedua terdakwa bahwa dia akan “menjatuhkan hukuman seumur hidup”.

“Yang masih harus saya putuskan adalah berapa lama hukuman minimal yang harus kalian jalani sebelum bisa dipertimbangkan untuk dibebaskan,” kata Hakim Yip.

Sementara itu, kedua remaja tersebut tidak menunjukkan emosi apa pun dari kursi pesakitan.

Pembunuhan berencana
Selama persidangan yang berlangsung selama 18 hari, terungkap bahwa kedua terdakwa adalah remaja yang cerdas, dapat beraktivitas dengan baik, dan memiliki latar belakang “normal”.

[Danny Lawson/PA Images]
Mereka juga tidak pernah berurusan dengan polisi sebelumnya. Namun, mereka memiliki “hasrat untuk membunuh”.

Pembunuhan Brianna telah direncanakan beberapa minggu sebelum kejadian.

Rencana itu bahkan ditulis tangan di sebuah kertas yang ditemukan di kamar tidur remaja X setelah dia ditahan.

Keduanya juga telah menyusun “daftar target pembunuhan” yang terdiri dari lima orang, sebelum akhirnya menetapkan Brianna sebagai target mereka.

Brianna, yang memiliki ribuan pengikut di Tiktok, merupakan sosok remaja perempuan muda yang pemalu. Dia disebut menderita depresi dan kecemasan.

Pada hari pembunuhannya, Brianna dibujuk oleh X untuk pergi ke taman. Di situ, dia diserang menggunakan pisau berburu pada siang hari. Brianna menderita luka tusuk di kepala, leher, dada, dan punggung.

Kedua pelaku mencoba menyembunyikan tubuh Brianna di taman, namun mereka terlihat oleh sepasang orang yang sedang berjalan-jalan bersama anjingnya. Saat itulah mereka melarikan diri dari lokasi kejadian.

Setelah itu, X dan Y pulang ke rumah dan melanjutkan kehidupan sehari-hari mereka seolah tidak ada yang terjadi. Remaja X bahkan mengunggah foto Brianna sebagai bentuk penghormatan.

Baca Juga :   TABUR BUNGA di Makam Pahlawan Desa Tabu, Begini Pesan PJ Bupati HSU

Di dalam persidangan, X mengaku kepada juri bahwa dia memiliki “fantasi gelap”, namun tidak berniat mewujudkannya menjadi kenyataan.

Sementara itu, Y mengaku bahwa dia hanya meladeni fantasi-fantasi itu dan tidak menanggapinya secara serius.

Keduanya sama-sama mengaku tidak menyangka bahwa satu sama lain akan benar-benar melakukan pembunuhan itu.

Mereka juga menyampaikan keterangan yang sama bahwa mereka berbalik ketika satu orang lainnya mulai menikam Brianna.

Menurut Jaksa Doyle, X dan Y telah “menjadi pengaruh buruk antara satu sama lain dan mewujudkan apa yang awalnya sebatas fantasi gelap menjadi kenyataan”.

Penyidik dari Kepolisian Cheshire, Mike Evans mengatakan bahwa keduanya meyakini mereka bisa lolos dari pertanggungjawaban tindakan kriminal mereka.

X — yang ternyata mengidap autisme dan ADHD — bahkan meyakinkan Y — yang didiagnosis menderita mutisme selektif dan gangguan spektrum autisme — bahwa dia tidak akan ditangkap sambil menyinggung kapabilitas kepolisian setempat.

Namun menurut polisi, keduanya adalah remaja yang “cerdas dan dapat beraktivitas selayaknya manusia pada umumnya”.

“Saya paham bahwa orang-orang punya gambaran tertentu mengenai anak-anak ini, tapi mereka sebenarnya adalah anak-anak yang sangat pintar, sangat cerdas, dan sangat pandai berbicara,” ujar Evans.

“Kecerobohan mereka adalah merasa yakin dan arogan karena mengira mereka bisa membunuh orang lain dan tidak akan mendapat ganjarannya.”

Sementara itu, ibu dari Brianna, Esther, mengatakan telah “kehilangan simpati” terhadap kedua remaja tersebut karena tidak menunjukkan “sedikit pun penyesalan”.

“Bayangan betapa takutnya anak saya yang biasanya sangat pemberani ketika dia sendirian di taman bersama orang yang dia anggap sebagai temannya, akan menghantui saya selamanya,” kata Esther, dengan suaranya yang bergetar akibat emosi.

Dalam wawancara dengan BBC menjelang putusan, Esther mengatakan dia tidak akan melupakan keberanian dan ketegaran putrinya yang tidak tergoyahkan.

“Dia tidak pernah takut untuk menjadi dirinya sendiri,” kenang Esther.

“Dia ingin diidentifikasi sebagai perempuan dan dia ingin mengenakan seragam sekolah perempuan. Dia melakukannya begitu saja tanpa keraguan.”

Ayah Brianna, Peter Spooner, mengatakan bahwa dia “sangat bangga” dengan putrinya dan akan selalu mencintai Brianna.

“Waktu dia masih kecil, saya ingat ekspresi wajah yang dia buat untuk membuat saya tertawa,” ujar Peter sambil menahan air mata.

“Tawanya, gerakan-gerakan lucunya selalu terukir di dalam ingatan saya,” kata dia. [*/UT]

*) BBC Indonesia – detikNews

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024
KECELAKAAN KRL BEKASI TIMUR: 10 Jenazah Korban Teridentifikasi
KPK Paparkan Modus-modus Korupsi di Daerah
KEMENKUM Siapkan Paralegal Perkuat Keadilan Posbankum di Desa
PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder
SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara
RENOVASI AKSES VITAL Jembatan 1 Juli Kelayan Digagas Polresta Banjarmasin bersama Pemko
WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 23:57

KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024

Selasa, 28 April 2026 - 22:54

KEMENKUM Siapkan Paralegal Perkuat Keadilan Posbankum di Desa

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Senin, 27 April 2026 - 22:28

SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin

Senin, 27 April 2026 - 17:02

DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer

Minggu, 26 April 2026 - 23:01

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 April 2026 - 22:43

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Berita Terbaru

Madinah pada musim haji 2026. (Foto: Kemenhaj Kalsel)

Kalsel

1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca