PEMBUNUHAN Berantai di Kenya: 42 Orang Tewas

- Penulis

Rabu, 24 Juli 2024 - 00:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat berkumpul di sekitar pembuangan jenazah korban yang diduga dibunuh Collins Jumaisi Khalusha di kawasan Mukuru kwa Njenga, Nairobi, Kenya, Sabtu (13/7/2024) lalu. Inset: Collins Jumaisi Khalusha, 33, dirilis Direktorat Reserse Kriminal di Kenya.[AA/Directorate of Criminal Investigation/CNN]

Masyarakat berkumpul di sekitar pembuangan jenazah korban yang diduga dibunuh Collins Jumaisi Khalusha di kawasan Mukuru kwa Njenga, Nairobi, Kenya, Sabtu (13/7/2024) lalu. Inset: Collins Jumaisi Khalusha, 33, dirilis Direktorat Reserse Kriminal di Kenya.[AA/Directorate of Criminal Investigation/CNN]

SuarIndonesia — Setidaknya 42 orang meninggal dunia akibat dibunuh oleh pembunuh berantai (serial killer) selama dua tahun terakhir di Kenya.

Dikutip CNNIndonesia dari CNN, polisi Kenya menyampaikan Collins Jumaisi Khalusha, pria 33 tahun, telah “memancing, membunuh, dan membuang 42 mayat perempuan” dengan hanya sembilan di antaranya berhasil ditemukan.

Khalusha ditangkap di Soweto, sebelah timur ibu kota Nairobi, pada 15 Juli pukul 3 pagi waktu setempat di luar klub tempat dia menonton sepak bola.

“Saat diinterogasi, tersangka mengaku telah memancing, membunuh, dan membuang 42 jenazah perempuan di tempat pembuangan sampah. Semuanya dibunuh antara tahun 2022 hingga Kamis (11/7/2024),” kata direktur investigasi kriminal Kenya, Mohammed Amin, seperti dikutip CNN.

Penjabat inspektur jenderal polisi, Douglas Kanja, menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa pemeriksaan post-mortem telah dilakukan terhadap sembilan mayat yang ditemukan sejauh ini.

Kesembilan jenazah ini ditemukan dalam kondisi terpotong-potong dan membusuk di dalam karung.

“Kita berhadapan dengan seorang pembunuh berantai, seorang pembunuh berantai psikopat yang tidak menghargai kehidupan,” kata Amin.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Khalusha tinggal di sebuah rumah kontrakan satu kamar yang terletak sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara.

Sebuah parang, 12 karung nilon, sepasang sarung tangan karet industri, sebuah hard drive, dan delapan ponsel pintar termasuk di antara barang-barang “penting” yang ditemukan di kontrakan tersebut.

Amin mengatakan, menurut pengakuan tersangka, korban pertamanya adalah istrinya, yang “dicekik hingga tewas sebelum dipotong-potong dan dibuang di tempat.”

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

“Dari hasil interogasi, semua korbannya dibunuh dengan cara yang sama,” ujarnya.

Penangkapan Khalusha sendiri dilakukan setelah analisis forensik terhadap ponsel milik salah satu korban, yakni Josphine Mulongo Owino, menunjukkan ada transaksi uang seluler yang dilakukan pada hari dia hilang yang mengarah ke tersangka.

Enam jenazah pertama sementara itu ditemukan pada Jumat (12/7/2024) oleh warga Kware di lingkungan Mukuru kwa Njenga, Nairobi. Polisi Kenya mengatakan mayat-mayat tersebut ditemukan di tambang terbengkalai yang diisi dengan air dan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

Sejumlah kritikus pun menyayangkan tindakan lamban polisi yang tak bisa mengendus kasus ini padahal lokasi pembuangan sampah tersebut sangat dekat dengan kantor polisi.

Mereka lantas menyerukan pembentukan kembali bagian khusus gender di kantor polisi di seluruh Kenya untuk menangani kasus-kasus kekerasan berbasis gender seperti ini.

“Wanita-wanita itu mungkin terbunuh hari ini, tapi wanita manakah yang berikutnya?” tanya anggota parlemen Kajiado, Leah Sankaire Sopiato.

“Sangat menyedihkan bahwa seseorang yang membunuh 42 orang masih berkeliaran di luar sana. Kehidupan perempuan harus diperhitungkan, dan kehidupan perempuan harus dilindungi,” lanjut dia. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:28

KEMENHAJ Prioritaskan Layanan untuk Calhaj Lansia dan Difabel

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:59

MAY DAY, Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kesehatan para Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 00:43

EMPAT Anggota TNI Didakwa Siram Andrie Yunus untuk Beri “Efek Jera”

Kamis, 30 April 2026 - 00:05

PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Berita Terbaru

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain saat rilis pengungkapan pupuk. (Foto: Istimewa)

Hukum

DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca