Pembangunan Museum Kota Tahap DED

- Penulis

Selasa, 16 April 2019 - 23:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Keinginan masyarakat Kota Banjarmasin untuk memiliki museum sendiri, tak lama lagi bakal benar-benar diwujudkan Pemko Banjarmasin.
Saat ini, persiapan pembangunan museum khas kota berjuluk seribu sungai itu kini telah dilakukan Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin.

Hal tersebut terungkap saat rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Berintegrasi, Balai Kota Banjarmasin, Selasa (16/04).

Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, H Ihksan Alhaq mengatakan, rencana pembangunan tempat bersejarah itu saat ini masuk dalam tahap penyusunan kerangka acuan yang akan digunakan sebagai dasar dalam pembuatan Detail Enginering Desain (DED).

‘’Rapat hari ini ingin mendapatkan masukan yang sebanyak-banyaknya buat nanti menyusun kerangka acuan kerja, yang nanti mewarnai di dalam DED,” ujarnya, saat memimpin rapat tersebut.

Memang, lanjutnya, saat ini pihaknya telah mendapatkan masukan untuk rencana pembangunan museum tersebut.

Karena itu ia berharap, nantinya semua peninggalan sejarah yang ada di Bumi Kayuh Baimbai bisa diketahui seluruh generasi kota ini.
Menyinggung tentang desain dari gedung museum yang akan dibangun nanti, Ikhsan mengaku masih perlu mendapat masukan dari berbagai pihak.

Hal untuk menyikapi bangunan rumah warga yang akan direnovasi menjadi museum. “Ini juga menjadi masukan kita, bagaimana kita menyikapi rumah tersebut, kalau untuk sebagai cagar budaya tentu kita akan pelajari lebih seksama lagi dan melihat juga sejarahnya,” katanya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan pembebasan lahan kawasan Siring Teluk Kelayan beberapa waktu lalu, Pemko Banjarmasin memutuskan sebuah rumah bernomor 389, milik warga bernama H Basirun, tidak dirobohkan.

Hal tersebut dikarenakan, rumah tersebut diperkirakan sudah berumur lebih dari seratus tahun, dan dinilai sangat cocok untuk dijadikan bangunan museum sejarah Kota Banjarmasin.

Tak hanya mengandalkan keunikan bangunannya saja, museum itu rencanannya juga akan dilengkapi dengan benda-benda pusaka.

Dalam kunjungannya ke rumah tersebut pada 14 Februari 2018 lalu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan, dengan dibuatnya museum Kota Banjarmasin, maka akan menguatkan status Kota Banjarmasin sebagai kota tua yang masuk dalam jaringan kota pusaka di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Banjarmasin ini juga menyatakan, melihat dari arsitekturnya keberadaan rumah tersebut sangat cocok untuk dijadikan museum. “Alhamdulillah kita dapat rumah ketika akan melakukan pembebasan lahan untuk pembuatan siring sungai,” katanya.

Selain arsitekturnya yang mencirikan rumah peninggalan bahari, di dalam rumah yang rata-rata terbuat dari kayu ulin itu juga ditemukan berbagai bentuk benda pusaka peninggalan H Basirun yang kini dirawat oleh anaknya.

Baca Juga :   SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako

Untuk keberadaan benda pusaka tersebut, H Ibnu Sina ingin nantinya bisa mengisi setiap ruang di museum tersebut. “Benda pusaka yang ada di rumah ini pengelolaannya akan kita bicarakan dulu dengan pihak ahli warisnya. Kalau Pemko Banjarmasin sebenarnya sangat ingin mengelola benda-benda yang bernilai sejarah itu untuk koleksi dalam museum,” terangnya.

Selain dilengkapi dengan benda pusaka, rencana lain yang akan dibuat dalam museum yang rencananya akan diresmikan antara tahun 2019-2020 itu, adanya teknologi digital yang digunakan untuk memperjelas jejak sejarah Kota Banjarmasin.

Dalam kegiatan rapat yang dihadiri jajaran Pemprov Kalsel, Pemko Banjarmasin dan instansi terkait itu, berbagai masukan untuk penggunaan bangunan rumah tersebut sebagai bagian dari museum kota bermunculan.

“Kami melihat dari sisi bangunan kalau untuk museum tidak ada masalah. Tapi kalau kita bicara nilai historis, tidak ada nilai historisnya yang signifikan. Itu hanya mewakili arsitektur bangunan masa lalu,” ucap salah seorang peserta rapat.

Artinya, jelasnya pria ini lagi, sejarah dan peristiwa yang terjadi atas keberadaan rumah tersebut tidak ada yang bisa diungkap.
Lain halnya ketika berbicara tentang arsitekturnya, terangnya lagi, maka bisa dikatakan akan mewakili salah satu dari zamannya.

“Jadi kalau misalnya dijadikan museum tidak ada persoalan, kemudian kalau itu dipertahankan bagian depan, misalnya paling tidak itu menggambarkan perjalanan seni bangunan di Banjar, kemudian kalau di belakangnya dibuat apa karena bukan cagar budaya tidak jadi persoalan juga karena ini museum,” cetusnya.

Bila museum itu tersebut ingin dijadikan sebagai museum sungai, bebernya, maka koleksi benda yang ada di dalamnya tidak hanya berbicara transportasi sungai saja, tetapi juga berbicara budaya dan kearifan loka sungai yang mewakili arah pikiran orang banjar, misalnya ada jukung, kemudian budaya kebiasaanyang berhubungan dengan sungai, lambang-lambang yang berhubungan dengan sungai.

“Jadi kalau mau seperti itu, itulah museum sungai. Tergambar dalam simbol upacara-upacara sungai, artefak biasanya yang berhubungan dengan sungai, mungkin ada buaya atau ikan yang dipuja-puja waktu itu,” pungkasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca