PDAM Bandarmasih Harus Jadi Regional Champion di Kalsel

PDAM Bandarmasih Harus Jadi Regional Champion di Kalsel

SuarIndonesia – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengharapkan PDAM Bandarmasih menjadi Regional Champion di antara perusahaan penyedia air bersih di wilayah Kalimantan Selatan. Hal ini penting karena kinerjanya susah membaik dan bagus sehingga tinggal mempertahankan.

“Kini PDAM fokus pada penambahann jaringan dan perbaikan kualitas di daerah pinggiran di 2020,’’ katanya pada puncak peringatan HUT PDAM Bandarmasih ke 47, yang ditutup dengan senam sehat bersama keluarga besar PDAM Banjarmasin dan Walikota Banjarmasin, Minggu (9/2/2020) pagi.

Walikota mengaku merasa bersyukur di usia PDAM yang ke 47 masuk sebagai perusahaan sehat. Meski demikian, Ibnu berpesan agar PDAM terlena dan mawas diri serta terus berupaya perbaikan pelayanan.

Ia berharap PDAM terus meningkatkan pelayanan baik kualitas dan kuantitas demi kepuasan pelanggannya.

Dengan capain pelayanan PDAM sudah mencakup mencapai 99,9 persen, diharapkan PDAM tetap memperhatikan pelayanan terutama pada wilayah pelanggan pinggiran agar bisa mendapatkan air bersih 24 jam. “Saya berharap PDAM menjadi juara di Regional Champion, dan menjadi target bagi seluruh direksi dan karyawan ke depan,” katanya.

Khusus rencana dan bisnis plan PDAM ke depan yang penting adalah PDAM bisa mendapatkan status hukumnya agar sesuai Undang – Undang yang baru.

Menurutnya beralih status ke Perumda atau Perseroda hanyalah pilihan. “Sebenarnya tak masalah statusnya nanti apa, bagi kita itu cuma pilihan,” tuturnya.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir H Yudha Ahmady bahwa PDAM sudah melayangkan permohonan hibah saham pemprop ke PDAM. “Kami masih menunggu jawaban dari propinsi dan mudah – mudahan di 2020 ini mendapatkan kepastiannya,” kata Yudha.

Ia pun mengakui status PDAM tergantung dengan jawaban Propinsi. Namun dia pun tak menutup kemungkinan PDAM bisa mengarah ke arah Perseroda. ” lMau tak mau kita bisa ke Perseroda,” katanya.

Ketidakpastian status juga mempengaruhi dengan bantuan penyertaan modal bagi PDAM. Padahal kini PDAM sangat memerluan dana untuk perbaikan dan perluasan jaringan .

“Idealnya PDAM harus mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah. Karena jika hanya mengandalkan kemampuan di PDAM yakni operasional saja maka akan lambat dalam upaya perbaikan jaringan,” katanya.(SU)

 312 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: