PBB: Situasi di RS Al-Aqsa Gaza seperti Pembantaian Besar-besaran

- Penulis

Kamis, 28 Desember 2023 - 01:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap tebal akibat pengeboman oleh militer Israel di Gaza. [Foto: AP/Leo Correa]

Asap tebal akibat pengeboman oleh militer Israel di Gaza. [Foto: AP/Leo Correa]

SuarIndonesia — Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut situasi di Rumah Sakit Al-Aqsa di Gaza tengah layaknya “pembantaian besar-besaran”. Israel berjanji akan mengintensifkan pertempuran melawan Hamas dalam beberapa hari mendatang.

Gemma Connell dari badan kemanusiaan PBB OCHA menyebut banyak orang yang terluka parah tak bisa mendapat perawatan di rumah sakit tersebut lantaran kondisi rumah sakit “benar-benar padat”.

“Yang saya lihat di RS al-Aqsa di Deir Al-Balah adalah pembantaian besar-besaran, kata Gemma kepada program BBC World Service, Newshour.

Tom White, Direktur UNRWA, badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina menambahkan bahwa saat ini diperkirakan 150.000 orang di Gaza tengah diperintahkan untuk evakuasi oleh militer Israel.

Sementara itu, Benjamin Netanyahu berkata pada anggota partainya bahwa dia telah mengunjungi Gaza pada Senin (25/12/2023) pagi dan menyebut bahwa operasi militer Israel di sana “belum berakhir”.

Pernyataan Netanyahu muncul beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS mengatakan Israel harus mengurangi intensitas serangannya.

Perang antara Israel dan Hamas dimulai pada 7 Oktober silam, setelah Hamas melakukan serangan terhadap warga Israel di dekat perbatasan.

Kamp pengungsi Al-Maghazi yang hancur lebur akibat serangan Israel pada Senin (25/12/2023). [Getty Images]
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikontrol Hamas mengatakan pada hari Senin bahwa sekitar 20.674 warga Palestina telah tewas dalam serangan balasan Israel yang dilakukan sejak saat itu.

Disebutkan bahwa sebagian besar korban jiwa adalah perempuan dan anak-anak.

Di sisi lain, sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, tewas ketika Hamas menyerbu perbatasan pada 7 Oktober. Sekitar 240 orang dibawa ke Gaza sebagai sandera. Israel mengatakan 132 orang masih disandera Hamas.

Netanyahu berjanji bahwa dia akan menghancurkan Hamas dan mengembalikan sandera ke Israel.

Dia mengatakan pada pertemuan partai Likud bahwa pasukan yang dia temui dalam kunjungannya ke Gaza telah mendesak Israel untuk terus berperang “sampai akhir”.

“Kami tidak akan berhenti. Kami terus berjuang, dan kami akan mengintensifkan pertempuran dalam beberapa hari mendatang. Ini akan menjadi perang panjang dan belum akan berakhir.”

‘Satu-satunya cara saya bertahan adalah membayangkan wajah anak-anak, istri, dan ibu saya’ – Cerita warga Thailand yang disandera Hamas

‘Para korban ditembak di dalam lingkungan paroki’ – Israel serang gereja Katolik di Gaza yang jadi tempat perlindungan warga sipil.

Pada hari Senin, dia menerima sentimen negatif dari keluarga sandera yang menuntut pembebasan segera orang yang mereka cintai saat berpidato di parlemen.

“Kami tidak akan bisa melepaskan semua korban penculikan tanpa tekanan militer kami tidak akan berhenti berperang,” tegas Netanyahu.

Media Israel dan Arab melaporkan bahwa Mesir telah mengusulkan rencana gencatan senjata antara kedua belah pihak.

Menurut sejumlah laporan, rencananya adalah pembebasan bertahap semua sandera Israel dan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, yang diakhiri dengan penangguhan serangan Israel.

Baca Juga :   NEKAT ! PEDAGANG PENTOL Gagahi Cewek Penjaga Toko di Banjarmasin

Kesepakatan gencatan senjata sementara sebelumnya yang dinegosiasikan oleh Qatar menghasilkan puluhan sandera dibebaskan dari Gaza dengan imbalan tahanan Palestina.

Sejauh ini, baik Israel dan Hamas menolak seruan gencatan senjata.

‘Tak ada tempat aman di Gaza’
Pada hari Minggu (24/12/2023), Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 70 orang di kamp pengungsi Al-Maghazi di tengah jalur tersebut, dan sebuah blok perumahan padat penduduk hancur.

Pejabat PBB Gemma Gonnel mengatakan bahwa ketika dia mengunjungi Al-Aqsa pada Senin (25/12/2023), “ada serangan udara yang menghantam daerah sekitar rumah sakit dan korban baru memasuki rumah sakit”.

“Tragisnya saya melihat seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun dengan cedera kepala parah meninggal dunia,” tambahnya.

Warga Palestina mencari korban yang selamat setelah serangan Israel di kamp pengungsi Al-Maghazi di Jalur Gaza tengah pada 25 Desember 2023. [Getty Images]
Ada, katanya, sejumlah korban di sana dengan “luka yang sangat parah namun tidak dapat diobati karena ada begitu banyak orang di depan mereka yang mengantri untuk dioperasi, dan rumah sakit benar-benar penuh sesak.”

“Dan beberapa dari mereka yang saya lihat adalah orang-orang yang terkena serangan kemarin [Minggu],” katanya merujuk pada laporan serangan terhadap kamp pengungsi Al-Maghazi di Gaza tengah.

“Ketika saya mengatakan bahwa ada serangan lagi hari ini dan banyak korban berjatuhan, beberapa dari serangan tersebut terjadi di daerah dimana orang-orang telah diperintahkan untuk mengungsi, yang sekali lagi kembali ke pernyataan yang, saya pikir, saya muak untuk mengatakan: bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza,” katanya.

“Dan bahkan ketika orang-orang diminta untuk mengungsi, tempat-tempat yang mereka tuju tidaklah aman.”

Warga Gaza yang selamat dari serangan Israel di kamp pengungsi Al-Maghazi. [Getty Images]
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan serangan udara Israel yang “intens” menyebabkan penutupan jalan utama antara Maghazi dan dua kamp pengungsi lainnya, Al-Bureij dan Al-Nuseirat, sehingga “menghambat aktivitas ambulans dan tim penyelamat”.

Dalam sebuah pernyataan kepada BBC pada hari Minggu (24/12/2023), militer Israel mengatakan mereka telah menerima “laporan tentang insiden di kamp Maghazi”.

“Meskipun ada tantangan yang ditimbulkan oleh teroris Hamas yang beroperasi di wilayah sipil di Gaza, IDF [Pasukan Pertahanan Israel] berkomitmen terhadap hukum internasional termasuk mengambil langkah-langkah yang layak untuk meminimalkan kerugian terhadap warga sipil,” tambahnya. [*/UT]

*)  BBC Indonesia-detikNews

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca