PAUS FRANSISKUS Umumkan Tahun Yubileum 2025

- Penulis

Senin, 13 Mei 2024 - 00:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Fransiskus. [Screenshot: @youtube ROME REPORTS.com]

Paus Fransiskus. [Screenshot: @youtube ROME REPORTS.com]

SuarIndonesia — Pengumuman tentang Tahun Yubileum 2025 dibuat Paus Fransiskus saat memimpin pembacaan bulla kepausan menyambut Hari Kenaikan Yesus Kristus di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Kamis (9/5/2024) lalu.

Tahun Yubileum diselenggarakan setiap 25 tahun sekali, di mana Vatikan mengundang umat Katolik dari seluruh dunia untuk berziarah dan menerima pengampunan. Peristiwa langka itu resminya dimulai pada malam Natal, 24 Desember 2024, dengan Sri Paus membuka Pintu Suci di Basilika Santo Petrus yang mengawali tahun ziarah di Vatikan hingga akhirnya pada 6 Januari 2026 nanti.

Terakhir, Tahun Yubileum diselenggarakan pada 2000 di zaman Paus Johannes Paul II, yang dihadiri oleh sekitar 25 juta peziarah dari seluruh dunia.

Ziarah menuai harapan
Sri Paus mengawali suratnya dengan sebuah kutipan Alkitab, betapa “pengharapan tidak mengecewakan,” yang mendasari Tahun Yubileum 2025. “Harapan dibutuhkan bagi bangsa dan negara yang melihat masa depan dengan rasa takut dan kegelisahan,” kata dia seperti dilansir Associated Press.

Fransiskus mengimbau negara-negara kaya untuk membantu negara miskin, dan “mengakui konsekuensi dari keputusan-keputusan mereka di masa lalu untuk mengampuni utang negara-negara yang tidak akan mampu melunasinya.”

Dia antara lain merujuk pada “utang ekologis terkait ketidakseimbangan komersil yang berdampak pada lingkungan dan konsumsi berlebihan sumber daya alam oleh sejumlah negara tertentu untuk waktu yang lama.”

Di Tahun Yubileum, umat Katolik diundang untuk melintasi empat Pintu Suci Vatikan di Basilika Santo Petrus, Santo Yohanes Lateran, Basilika Santo Paulus dan Basilika Santa Maria Maggiore. Tradisi yang diawali Paus Bonifasius VIII pada tahun 1300 itu berangkat dari tradisi pengampunan utang dalam agama Yahudi.

Tahun Yubileum pusingkan Roma
Lonjakan kunjungan wisatawan selama tahun suci ikut merepotkan pemerintah kota Roma yang saat ini pun masih berjibaku meremajakan infrastruktur yang sudah usang. Diperkirakan, Tahun Yubileum kali ini akan menjaring sebanyak 34 juta peziarah Katolik dari seluruh dunia.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Selain terkenal karena kemacetannya, ibu kota Italia ini juga dipenuhi proyek konstruksi yang dikebut 24 jam sehari, di sekitar Santo Petrus, di sepanjang Sungai Tiber, serta jalan-jalan protokol dan alun-alun utama kota.

Bagi pemerintah, rencana penyelenggaran Tahun Yubileum membuka kesempatan untuk meminta dana khusus senilai 4 miliar Euro untuk mempercepat proyek pembangunan.

Sebagian besar proyek di Roma, terutama yang dilangsungkan di bawah tanah, berjalan lamban karena besarnya kehati-harian untuk melindungi peninggalan arkeologis yang tersebar di penjuru kota.

Saat ini, hanya dua dari 231 proyek kota yang telah selesai. Meski begitu,Walikota Roma Roberto Gualtieri yakin bahwa “proyek-proyek penting” dapat diselesaikan sebelum jamaah mulai berdatangan.

Gualtieri mengklaim, lengsernya pemerintahan Perdana Menteri Mario Draghi pada tahun 2022 sempat menghambat pelaksanaan proyek. Tapi kini, “kami telah banyak pulih dari penundaan di awal.”

Bagi warga Roma, proyek pembangunan infrastruktur sejauh ini “telah menguji kesabaran kami,” kata Tizina Cafini, yang menjalankan sebuah kedai tembakau di dekat Pantheon. Dia kini mengaku harus berjalan kaki, ketimbang menumpangi bus, menuju pusat kota.

“Bukan hanya di pusat. Ada terlalu banyak proyek konstruksi di penjuru Roma,” imbuhnya. Walaupun kelak akan rampung dan memperbaiki kualitas hidup di kota, Cafini merasa ketidaknyamanan yang dialami warga masih akan berlangsung lama. [*/UT]

*) Deutsche Welle (DW) – detikNews

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:41

GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Sabtu, 18 April 2026 - 23:27

SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura

Sabtu, 18 April 2026 - 17:58

DUEL SENGIT Barito Putera Vs Persiba Sama Kuat 3-3

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:09

PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru

Pekerja menyusun tabung gas LPG yang kosong untuk dimasukkan ke dalam kontainer di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Selasa (30/12/2025). (Dok Antara)

Bisnis

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:12

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca