SuarIndonesia — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah di daerah setempat memastikan berbagai kuliner Ramadan yang dijajakan masyarakat memenuhi kriteria higienis dan halal.
“Bulan Ramadan ini biasanya banyak warga yang menjual dan membeli takjil atau menu berbuka puasa di pasar Ramadan, sehingga harus dipastikan sisi higienis dan halalnya,” kata Ketua MUI Kalteng Khairil Anwar, di Palangka Raya, Selasa (4/3/2025).
Dia mengatakan, pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan penuh dalam memberi izin, mengawasi, melakukan pembinaan serta perlindungan harus memastikan konsumen mendapatkan hak secara penuh untuk mendapatkan kuliner yang halal dan higienis.
Sebagai salah satu peran mendukung program pemerintah dan memastikan hak umat terpenuhi, MUI Kalteng juga secara berkala memonitoring dan mengawasi berbagai makanan dan minuman, terutama pada momentum Ramadan.
“Apalagi saat ini banyak pasar kuliner Ramadhan baik yang diinisiasi pemerintah, swasta maupun warga,” kata Khairil.
Menurut dia, jenis kuliner yang dijajakan pada pasar Ramadan ini, di antaranya aneka es, makanan ringan, kue, dan menu makanan berat untuk berbuka puasa.
Khairil pun berpesan kepada masyarakat agar memilih serta memilah dengan baik jajanan untuk berbuka puasa, baik dari sisi kemasan maupun tempat berjualan.
“Dalam hal makanan, yang harus diperhatikan adalah segi kebersihan. Artinya, makanan itu dikemas dengan baik agar tidak terkontaminasi kotoran lingkungan,” tutur Khairil, dilansir dari AntaraKalteng.
Dia juga mengingatkan para penjual takjil untuk memperhatikan higienis produk yang dijualnya. Ketika berjualan, makanan yang terbuka harus ditutup. Terlebih jika berjualan di tepi jalan yang banyak kendaraan lewat dan berdebu.
Terlepas dari itu Khairil berharap masyarakat dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dengan sehat dan penuh keberkahan.
“Marilah kita menjaga kebersihan dan kehigienisan diri, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan,” katanya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















