Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh.(Dok/SuarIndonesia)
SuarIndonesia — Wakil Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh meminta polisi bersikap objektif dan mengedepankan sisi humanis terkait pemanggilan BEM Universitas Mulawarman (Unmul) gara-gara unggahan yang menyebut Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai ‘patung istana’.
“Pihak kepolisian seharusnya bertindak lebih objektif dan senantiasa mengedepankan sisi humanis terhadap setiap kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Ini tentunya bercermin dari dua hal, pertama, instruksi Kapolri sendiri agar Kepolisian RI mengedepankan restorative justice dan SKB UU ITE. Kedua, kebebasan ekspresi akademis mesti kita hargai bersama,” kata politisi PAN ini menjawab pertanyaan awak media Kamis (11/11/2021).
Menurut legislator asal Kalsel ini, sebagai institusi yang tengah disorot oleh publik dan kebijakan penyegaran di tubuh Kepolisian yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, maka sudah sepatutnya Kepolisian RI lebih mengedepankan sisi humanis daripada pendekatan kekuasaan.
“Di sinilah waktunya bagi Polri untuk membuktikan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat yang mungkin sedikit ternoda oleh beberapa oknum kepolisian akhir-akhir ini,” tandas Pangeran.
Mantan Bupati Banjar dua periode ini mengingatkan, bentuk aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat perlu ditelaah lebih dulu tanpa adanya kesan arogansi oleh aparat.
Karenanya, Pangeran berharap, pemanggilan terhadap presiden mahasiswa BEM Unmul oleh polisi tidak mengarah pada represi.
“Harapan saya, pemanggilan Presiden BEM Unmul oleh pihak kepolisian adalah bagian dari restorative justice melalui jalan mediasi dan diskusi tanpa adanya tindakan yang mengarah represi,” pungkas Pangeran.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















