Nasi Astakona, Warisan Budaya tak Berbenda asal Banjarmasin

Nasi Astakona, Warisan Budaya tak Berbenda asal Banjarmasin

Suarindonesia – Serangkaian memperingati Hari Ibu yang ke 90, TP PKK Kota Banjarmasin menggelar pelatihan pembuatan nasi astakona kepada ibu-ibu warga Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Jumat (30/11/2018) sore.

Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah menyampaikan, pelatihan pembuatan nasi astakona yang menghadirkan Chef Agus Sasirangan sebagai pemberi materi pelatihan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 90 tahun 2018.

Menurut Istri Walikota H Ibnu Sina ini, pelatihan pembuatan nasi astakona ini dilaksanakan, berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali tahun 2017) tentang penyajian nasi astakona pada setiap peringatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Kita gelar ini sebagai bahan utama pemberian modal kepada ibu-ibu di Banjarmasin untuk membuat nasi astakona. Karena seperti kita tahu bahwa astakona merupakan makanan khas Kota Banjarmasin,” ucap Hj Siti Wasilah saat memberikan pelatihan pembuatan nasi astakona yang dihadiri organisasi wanita.

Hj Siti Wasilah memaparkan untuk kuliner nasi astakona akan didaftarkan menjadi warisan budaya tak berbenda nasional pada 2019. Bahkan Ibu serba bisa ini meyakini nasi astakona tersebut akan menjadi warisan budaya Indonesia tak berbenda.

Siti Wasila yang juga dosen Fakuktas Kedokteran ULM Kalsel ini juga menerangkan bahwa nasi astakona merupakan salah satu warisan budaya Banjar yang biasa disajikan saat acara-acara selamatan dan datangnya tamu yang terhormat di masa Kesultanan Banjar pada tempo dulu.

“Isi dari nasi astakona terdiri dari nasi kuning dan nasi putih, juga lauk pauk masakan khas Banjar. Yang wajib itu harus ada menu undang, ayam masak satu ekor utuh atau biasa disebutnya ayam lenggang kencana, dan sate babakong atau sate dari hati sapi,” ungkapnya.

Hj Siti Wasilah berharap untuk regenerasi pembuat nasi astakona ini akan terus ada, sehingga akan tetap lestari dan tidak punah dari tahun ke tahun, masa ke masa terjaga keutuhannya untuk sebuah budaya masyarakat Banjarmasin

“Pembuatan nasi astakona ini berkembang secara kekinian, itu tergantung kesepakatan kita semua. Intinya kita harus tetap melestarikan kekhasan kuliner daerah kita di dalamnya,” demikian Hj Siti Wasilah.(SU)

 340 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: