SuarIndonesia – Saat ini terdapada 2 jenis moda transfortasi massal yang beroperasi di Kalsel, yakni berwarna biru dan hijau kuning.
Bus berwarna diburu yang dikelola Pemprov Kalsel dikenakan tarif angkutan, sedangkan hijau kuning menggunakan sistem by the service (BTS) masih gratis karena menunggu regulasi Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan.
Terkait tarif BRT yang dikelola pemerintah provinsi untuk penumpang umum Rp 6.000 per perjalanan, pelajar Rp 2.000 per perjalanan, dan umum berlangganan Rp 5.000 per perjalanan.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kalsel menunjukkan dari 11 unit atmada bua Jurusan Banjarmasin-Banjarbaru, jumlah penumpang BRT per hari sudah mencapai ratusan orang.
Rekor penumpang berada pada koridor Siring O KM Banjarmasin-Terminal Gambut Barakat. Jumlah penumpang per hari mencapai 656.
Kepala Dinas Perhunungan Kalsel, Rusdiansyah, melalui Sekertaris, M. Mirhansyah, menerangkan bus hijau kuning saat ini beroperasi pada koridor Terminal Km 6 Banjarmasin – Kampus Universitas Muhammad Banjarmasin di Handil Bakti. Terdapat 14 armada inti dan 2 cadangan dikerahkan dengan pemberhentian penumpang 34 titik, halte sebanyak 5 buah dan 29 titik bus stop.
Rencananya layanan operasional transfortasi massal di Kalsel akan nambah koridor, yakni Terminal Km 17 Gambut Barakat – Bentok (Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut) Pulang-Pergi dengan jumlah pemberhentian 26 titik. Rute ini bakal menyediakan halte sebanyak 5 buah dan Bus Stop 21 buah.
“Rencana kebutuhan armada 21 buah, armada bus dalam proses pembuatan,” tandas Mirhan.
Kemudian, rencana rute Terminal KM 17 Gambut Barakat – Banjarbaru. Jurusan ini menyediakan jumlah pemberhentian sebanyak 22 titik, halte sebanyak 17 buah dan 5 bus stop.
“Kebutuhan armada 20 buah sudah datang 9 buah,” pungkasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















