Suarindonesia – Menyusul telah ditetapkannya pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin secara resmi, Minggu (30/6/2019) lalu oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional ( PAN) saran idealnya PAN merapat dan bergabung ke Pemerintah saja.
Pertimbangan dan saran itu dilontarkan H. Muhidin selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan yang sejak awal menyerang dan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin akan lebih baik bagi perkembangan PAN sendiri.
Ia mengaku sudah memberi masukan ke Ketua Umum DPP PAN Zulkipli Hasan. Kepada Zulkifli, Muhidin mendorong PAN segera bergabung ke Kabinet Indonesia Kerja Jilid II. Muhidin sadar ini keputusan sulit karena PAN penyokong Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Mari lah kita kembali bersama-bersama lagi, menjalin persatuan bersama-sama, membangun negara ini,” ujar mantan Walikota Banjarmasin H Muhidin kepada awak media, Rabu (10/07/2019).
Menurut Muhidin, Presiden dan Wapres RI sudah resmi terpilih.
Itu sebabnya, kata dia, PAN harus mendukung pemerintahan Jokowi – Ma’ruf demi melanjutkan pembangunan, jangan berlarut-larut dalam perbedaan.
“Karena pada intinya tujuannya adalah sama, yaitu demi kebaikan bagi Indonesia. Sudah saatnya kita dukung pemerintah terpilih untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Muhidin.
Muhidin konsisten terhadap keputusannya saat mendukung pasangan nomor urut 01 Jokowi – Maruf Amin. Bahkan, dia berharap agar DPP PAN bisa mempertimbangkan masukannya untuk segera mengambil sikap, bergabung dengan pemerintah.
“Sudah lupakan perbedaan yang lalu, saatnya kita satukan tekad membangun negeri dan bergabung dengan pemerintahan Indonesia Kerja jilid II mendatang,” katanya.
Muhidin selaku Ketua DPW PAN Kalimantan Selatan sempat membelot dari garis keputusan DPP PAN. Muhidin secara gamblang mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin karena kinerja Jokowi sudah terbukti bagi Kalsel.
Muhidin mengatakan, sudah lebih dari 10 bulan kita bergelut dengan urusan politik. terjadi perbedaan pendapat, perbedaan dukungan dan lainnya.
Namun setelah selesainya tugas konstitusional dari KPU yang tadi sudah menetapkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres.
Untuk itulah, dia berharap mari lah kita kembali bersama-bersama lagi, menjalin persatuan bersama-sama, membangun negara ini. Tidak ada lagi istilah 01 ataupun 02, proses demokrasi sudah selesai, Presiden sudah secara resmi terpilih dan sudah saatnya kita dukung pemerintah terpilih untuk melanjutkan pembangunan. Jangan berlarut-larut dalam perbedaan, karena pada intinya tujuannya adalah sama, yaitu demi kebaikan bagi Indonesia.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















