MINIM PERHATIAN Pemerintah, Sejarah Pertempuran 9 November

- Penulis

Senin, 9 November 2020 - 19:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Minimnya perhatian pemerintah atas kejadian bersejarah yang terjadi pada 9 November 1945 silam menjadi topik utama yang dibahas dalam dialog dan haul jamak yang digelar Seputar Informasi Kalimantan (Sirkal) Kota Banjarmasin.

Ketua Sirkal, Syakir Daulah mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi pada generasi penerus bangsa saat ini.

Menurutnya, tepat pada tanggal 9 November 1945, masyarakat Kalimantan Selatan banyak yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan di wilayahnya sendiri.

“Banyak pejuang kita yang gugur dalam pertempuran besar yang terjadi di Benteng Tatas (sekarang menjadi Masjid Sabilal Muhtadin), tapi perhatian pemerintah sangatlah minim terkait hal ini,” ungkapnya, Senin (9/11) siang.

Ia menjelaskan memang tanggal 10 November adalah hari pahlawan nasional. Namun seharusnya masyarakat Kalsel khususnya pemerintah daerah harus memberitahukan kepada generasi muda jika satu hari sebelum perayaan Hari Pahlawan Nasional itu adalah hari perjuangan masyarakat untuk merebut kemerdekaan di Bumi Lambung Mangkurat dari tangan penjajah, yakni Belanda.

 

 

“Hari pertempuran 9 November ini harus diketahui generasi muda, jangan sampai dilupakan. Apa yang kita rasakan saat ini merupakan buah dari perjuangan para pahlawan yang gugur dalam pertempuran 75 tahun silam,” jelasnya.

Bahkan, ia menambahkan, tidak ada yang memperingati hari pertempuran masyarakat kalsel itu selain keluarga dari pejuang.

Sehingga, Syakir berharap kedepannya pemerintah bisa memikirkan terobosan agar generasi milenial bisa mengetahui dan menghargai apa yang sudah dilakukan para pahlawan perjuangan di Kalsel.

Baca Juga :   DISAMBUT APLAUS !, Andi Rudi - H Bahsanuddin Mampu Jawab Semua Pertanyaan Panelis

Hal senada juga disampaikan oleh Alimun Hakim.. Juriat dari salah satu pejuang kemerdekaan di Kalsel, yakni H Muhammad Amin Effendi itu mengaku sangat kecewa terhadap pemerintah.

“Perjuangan ayah-ayah kami hanya diperhatikan oleh para TNI. Sedangkan untuk pemerintah sendiri sangatlah minim perhatiannya. Hanya segelintir orang yang menghargai hasil kemerdekaan para pejuang kita,” bebernya.

Ia menekankan, bagi generasi penerus bangsa, jangan melupakan sejarah perjuangan. “Jangan anggap mereka (pejuang 9 November) ini mati sia-sia. Mereka berjuang demi kemerdekaan di Kalsel,” pungkas lelaki yang akrab disapa Dator Badock Kalsel itu.

Usai melakukan diskusi, peserta dialog dan haul jamak tersebut bertolak ke rumah perjuangan H M Amin Effendi yang berada di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di seberang Kantor BNNP Kalsel untuk menaburkan bunga di atas monumen perjuangan 9 November.

Dalam proses penaburan bunga tersebut juga turut berhadir perwakilan TNI dan Polri. Selain itu juga ada calon Wali Kota Banjarmasin nomor urut 1 Haris Makkie dan calon Wali Kota Nomor Urut 2 Ibnu Sina.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini
MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
KOMITMEN LKBH ULM Sebagai Rumah Keadilan bagi Masyarakat dan Aktif Penyuluhan – Pendidikan
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin
TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT BANGUN BANUA Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Senin, 22 Juni 2026 - 19:07

GUBERNUR Muhidin Jadi Nasabah Perdana, Bank Kalsel Resmi Sandang Status Bank Devisa

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

Wamenham Mugiyanto saat diwawancara awak media usai Uji Publik RUU HAM di Samarinda, Senin (22/6/2026) malam. (Foto: Antara/A Rifandi)

Hukum

REVISI UU HAM Jamin Perlindungan Aktivis

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:46

Jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Banjarmasin asal Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru tahun 1447 H / 2026 M saat mengikuti acara penyambutan di asrama haji di Kota Banjarbaru setelah tiba di tanah air, Senin (22/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

Kalsel

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:37

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. (Foto: Anadolu Agency)

Internasional

KEIR STARMER Mundur jadi PM Inggris

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca