MENUNGGU Maskot Kampung Wisata Sungai Biuku, yang Muncul Malah Kura-Kura

- Penulis

Minggu, 20 Desember 2020 - 16:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kampung Selanjung Sungai Biuku beberapa waktu terakhir cukup menjadi sorotan lantaran memiliki tempat yang cukup asri, ternyata kampung ini juga menyimpan reptil langka yang menjadi bagian nama kampung tersebut. Masyarakat Banjar menyebutnya dengan nama Biuku.

Kampung yang diresmikan pada akhir Juli 2019 lalu sebagai salah satu kampung wisata di Kota Banjarmasin itu lokasinya berada di kawasan Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara itu hanya berjarak sekitar 9 Km dari gedung Balai Kota Banjarmasin

Saat memasuki kawasan tersebut, pengunjung bakal disambut dengan karya hasil olahan tangan para warganya.

Mulai dari tempat peristirahatan berbentuk gazebo, spot foto berwarna-warni, hingga sejumlah ikon seperti jembatan dan menara yang terbuat dari kayu. Selain itu juga terdapat obor-obor kecil yang berjejer di sepanjang ruas jalan.

Berbicara tentang nama reptil yang diambil sebagai bagian nama kampung tersebut, juga dibangun dua ikon patung biuku.

Patung pertama diletakkan tak jauh dari pintu gerbang. Dan patung kedua, lokasinya tepat di depan kolam biuku.

Lantas, apakah ada biuku di kolam itu? Saat awak media mencoba menengok kolam yang menurut warga setempat berisi reptil langka tersebut, sayangnya, tak nampak seekor biuku pun muncul di situ.

Yang ada justru kura-kura air seukuran bola sepak berwarna hitam dengan ukuran tak lebih besar dari telapak tangan orang dewasa yang berkeliaran ke sana-ke mari sebanyak empat ekor.

Salah seorang warga setempat, Bahran mengatakan, sebenarnya ada sepasang biuku yang hidup di kolam tersebut. Namun, keduanya hanya muncul dari tempat persembunyiannya ketika sedang lapar.

“Apabila masih kenyang, biuku memilih membenamkan diri ke dalam tanah,” ungkapnya sembari menunjuk ke kolam yang ada di dekat patung Biuku, Minggu (20/12/2020) pagi.

Dengan rasa penasaran, awak media yang saat itu sedang ada disana mencoba menunggu Biuku muncul ke permukaan. Sayang, hingga 15 menit berlalu, hewan bercangkang keras itu tak kunjung menampakkan diri.

“Sepertinya kalian kurang beruntung,” tambah Bahran.

Untuk diketahui, Biuku masih sejenis dengan kura-kura air tawar. Yang membedakan ada pada bentuk tempurungnya yang agak lebih memanjang dibandingkan kura-kura air tawar lainnya, selain itu kakinya juga memiliki selaput.

Biuku sendiri memiliki nama beken, yakni ‘Tuntong Sungai’. Populasinya yang kian minim, menempatkan biuku ke dalam daftar merah. Artinya, reptil dengan status kritis alias langka.

Menurut Bahran, dua ekor Biuku yang diletakkan di kolam itu sendiri merupakan sumbangan dari warga setempat. Sehingga agar tak kabur ke mana-mana, kolam tersebut dipagari dengan bambu yang diletakkan di sebuah kolam khusus yang dibuat sangat sederhana.

Baca Juga :   REKRUTMEN PPIH Tahun 2025, Kalsel Dapat Kuota 24 Orang

“Kalau tidak dibikin kandang seperti itu (menancap dalam), nanti Biuku atau kura-kura lain bisa kabur,” tambahnya.

Lelaki berusia 60 tahun itu mengungkapkan, bahwa ada kura-kura yabg pernah kabur. Beruntungnya, yang kabur hanya kura-kura air payau, bukan biuku.

Namun tak lama kemudian, kura-kura itu berhasil ditemukan. Tak jauh dari salah satu kediaman warga setempat.

Senada dengan penuturan warga lainnya. Arbiyah menceritakan, kura-kura yang ada di kolam tersebut, kerap kabur dari tempatnya. Terutama saat air sungai mulai naik.

“Malam tadi saja, airnya pasang. Sampai menggenangi teras rumah ini,” ucapnya.

Selama ini kampung pariwisata itu dikelola oleh masyarakat setempat. Termasukdalam upaya memelihara biuku serta kura-kura lain yang ada di kawasan tersebut.

Arbiyah mengaku, warga bergantian memberi makan hewan-hewan yang ada di dalam kolam. Makanannya pun bervariatif. Mulai dari buah-buahan berupa pisang, hingga sayur-sayuran yakni kangkung.

Agar tidak terlalu terbebani, warga juga membuka sejumlah rekreasi. Salah satu diantaranya, wisata susur sungai dengan menggunakan sampan.

Untuk orang dewasa, ditarif Rp3 ribu. Sedangkan untuk anak-anak ditarif Rp2 ribu per-orang.

Namun berhubung masih pandemi, yang datang ke kawasan tersebut pun mulai berkurang.

“Pengunjung yang datang biasanya remaja dan yang sudah berkeluarga,” ucap Arbiyah.

Arbiyah juga menambahkan. Semenjak diresmikannya kampungnya itu menjadi salah satu destinasi wisata, juga memiliki dampak positif terhadap masyarakat.

“Warga jadi sadar pentingnya kebersihan lingkungan, dan pengunjung yang datang bisa menikmati suasana alam yang asri khas pedesaan,” tutupnya.

Kawasan ini digadang-gadang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kota Banjarmasin. Pepohonan rindang dan berada di samping sungai jadi modal utama untuk mewujudkannya.

Tiap tahun, kampung ini terus tampak berbenah. Bahkan, pada bulan Oktober lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin mengumpulkan 30 warga di sana.

Selama sepekan, warga dilatih mengembangkan destinasi wisata itu. Rinciannya, sebanyak 15 warga diambil dari kawasan Selanjung Sungai Biuku, dan 15 warga lainnya dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Banjarmasin.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba
PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini
MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT BANGUN BANUA Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Senin, 22 Juni 2026 - 19:07

GUBERNUR Muhidin Jadi Nasabah Perdana, Bank Kalsel Resmi Sandang Status Bank Devisa

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

Wamenham Mugiyanto saat diwawancara awak media usai Uji Publik RUU HAM di Samarinda, Senin (22/6/2026) malam. (Foto: Antara/A Rifandi)

Hukum

REVISI UU HAM Jamin Perlindungan Aktivis

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:46

Jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Banjarmasin asal Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru tahun 1447 H / 2026 M saat mengikuti acara penyambutan di asrama haji di Kota Banjarbaru setelah tiba di tanah air, Senin (22/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

Kalsel

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:37

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. (Foto: Anadolu Agency)

Internasional

KEIR STARMER Mundur jadi PM Inggris

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca