MENTERI ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia tak Lakukan Impor

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina jamin stok dan distribusi solar aman kepada masyarakat. (Foto: Istimewa)

Pertamina jamin stok dan distribusi solar aman kepada masyarakat. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan stok solar di Indonesia aman, karena Indonesia telah berhenti mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sejak awal 2026.

“Kami harus meyakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi melakukan impor, jadi clear (aman),” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah, dipantau secara daring dari Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Langkah pemerintah menghentikan impor solar didorong oleh pengoperasian proyek besar Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero).

Presiden Prabowo Subianto meresmikan peningkatan kapasitas kilang tersebut sebesar 360 ribu barel per hari, terbesar di Tanah Air.

Menyusul RDMP Kilang Balikpapan, pemerintah tidak lagi mengeluarkan izin impor solar. Kebijakan ini juga mencakup stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta yang selama ini masih mengandalkan impor, kini diwajibkan membeli pasokan dari Pertamina.

Sedangkan untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih mengimpor 50 persen, sementara 50 persennya lagi berasal dari dalam negeri.

Untuk 50 persen bensin yang diimpor, Bahlil menyampaikan Indonesia sudah mencari alternatif, termasuk alternatif negara untuk mengimpor pasokan minyak mentah.

Berdasarkan keterangan sebelumnya, sejumlah negara yang menjadi alternatif impor minyak Indonesia adalah Angola, Brazil, Amerika Serikat, hingga Rusia.

“Kemudian, LPG kita juga masih impor kurang lebih sekitar 70 persen dari total kebutuhan Indonesia,” ucap Bahlil.

Meskipun Indonesia mengimpor 70 persen dari kebutuhan LPG-nya, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia dalam kondisi yang baik.

Baca Juga :   WARGA KOBAR Keluhkan Sulitnya dapat BBM

Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying maupun penimbunan yang disebabkan oleh kekhawatiran krisis energi.

“Nggak usah ada rasa panic buying, nggak perlu ada. Pakailah dengan secukupnya,” ujar Bahlil, dilansir dari Antara.

Krisis energi dipicu oleh peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Teheran juga mengambil kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang amat penting bagi pasokan minyak sedunia, dengan sebagian besar suplai energi untuk negara-negara Asia pasti melewati kawasan tersebut. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TEREALISASI 54 Persen Pendapatan dari PKB Hingga Agustus
RENCANA Pembatasan Pertalite Masih dalam Kajian
DITERBITKAN Pedoman Kredit Perempuan Bunga Flat 8 Persen
MENTAN AMRAN: Swasembada Pangan dan Ekspor Beras Kado HUT Ke-81 RI
TRUK PENGANGKUT Rokok Ilegal Ditaksir Bernilai Miliaran Rupiah Disita Bea Cukai Banjarmasin
DIGANDENG Pemprov Kalsel “The Brezze Waterpark” Sukseskan Program KIA
PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!
SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03

PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:57

314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:49

KUALITAS Udara Kota Palangka Raya “Berbahaya”

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43

CEGAH Dampak Asap Karhutla, Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:46

BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:32

LAKA MAUT di Palangka Raya, 2 Warga dan 1 Polisi Tewas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:45

SEMBILAN Tongkat Komando Perangi Narkoba di Kalteng

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:49

PENERBANGAN ke Muara Teweh Dibatalkan Akibat Kabut Asap

Berita Terbaru

Nasional

PRIA MABUK Aniaya Perempuan dengan Botol

Senin, 24 Agu 2026 - 01:11

Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). (Foto: Antara/Jessica Wuysang)

Nasional

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla Kalimantan

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:19

Petugas pemadam kebakaran Dinas Kehutanan Kalteng berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (12/7/2026). (Foto: HO-Antara)

Nasional

SEJUMLAH Menteri Ditunjuk Tangani Karhutla per Wilayah

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:41

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca