MENTAN Bagikan Sajadah-Tikus Hidup ke Staf Simbol Berantas Korupsi

- Penulis

Jumat, 13 Desember 2024 - 21:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kanan) memberik arahan dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2024 lingkup Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (13/12/2024). (ANTARA/HO-Humas Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kanan) memberik arahan dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2024 lingkup Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (13/12/2024). (ANTARA/HO-Humas Kementan)

SuarIndonesia — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membagikan sajadah dan tikus hidup kepada staf saat peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), sebagai simbol komitmen memberantas korupsi dan menjaga integritas di lingkungan kerja.

“Manakala sujud di atas sajadah ini, ingatlah anak dan istri di rumah. Kalau Anda terjebak masalah akibat korupsi, bukan hanya Anda yang menderita, tapi juga keluarga – pasangan dan anak-anak Anda,” kata Mentan saat peringatan Hakordia 2024 lingkup Kementan di Jakarta, Jumat (13/12/2024).

Mentan menegaskan bahwa dirinya tak main-main menentang semua praktik korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Dia menyampaikan pesan tegas di Hari Antikorupsi Sedunia dengan membagikan sajadah dan tikus kepada sejumlah staf Kementan, sebagai simbol komitmen untuk memberantas praktik korupsi.

Perwakilan staf yang maju mendapatkan sajadah dan tikus adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang selama ini turut berwenang dalam menentukan tender.

Amran menegaskan bahwa tindakan korupsi tidak hanya melanggar hukum negara tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama.

“Kita harus bisa membentengi para pegawai kita. Kalau kita berhasil membentengi pegawai, Kementan akan terhormat dan kita pun bisa memenuhi amanah Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target swasembada pangan secepat-cepatnya,” tegasnya dilansir dari AntaraNews.

Mentan memberikan tikus dalam sarang sebagai simbol peringatan bagi para pegawai akan potensi perilaku korupsi. Baginya, tikus melambangkan para pelaku korupsi yang merugikan negara dan rakyat Indonesia.

Baca Juga :   KPK Jadwalkan Pemeriksaan Yasonna Laoly pada 18 Desember 2024

“Jika setelah diingatkan masih ada yang berperilaku melanggar hukum maka nasibnya seperti tikus dalam sangkar ini. Terisolasi tidak bisa bertemu keluarga atau siapapun. Keluarga juga akan merasakan akibatnya dengan mendapatkan sanksi sosial,” terangnya.

Peringatan Hakordia 2024 di Kementan mengusung tema “Pegawai Kementerian Pertanian Siap Menegakkan Budaya Antikorupsi Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan”.

Bersamaan dengan peringatan Hakordia ini, Mentan bersama Inspektur Jenderal Kementan Komjen Setyo Budiyanto meluncurkan aplikasi Puspita Tani. Aplikasi ini merupakan layanan informasi pertanian yang berisi pengaduan dan informasi umum berbasis Whatsapp Messenger.

Komjen Setyo menyebutkan Inspektorat Jenderal akan secara konsisten melaksanakan pembudayaan antikorupsi bagi pegawai dan pimpinan di lingkungan Kementan.

“Kami secara konsisten melakukan pencegahan korupsi antara lain dengan meningkatkan kesadaran (awareness), pemahaman dan pembudayaan antikorupsi serta menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi bagi pimpinan dan seluruh pegawai di lingkungan Kementan,” kata Setyo. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERTEMUAN Menteri P2MI dengan Gubernur Kalsel, Disampaikan Banyak Anak Muda Potensi Bersaing di Dunia Kerja Internasional
PIDSUS dan PIDUM Diwacanakan Digabung Jadi JAM Operasi
INDONESIA Targetkan jadi Lumbung Pangan Dunia
ATASI PHK, Pemerintah Anggarkan Rp6,26 Triliun bagi Magang Nasional
PRESIDEN PRABOWO: Program MBG Penting Atasi Kelaparan
PERMOHONAN Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak
BNPB Minta Semua Pemda Perketat Patroli Karhutla-Petakan Sumber Air
DISOROT Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Target Pemberian Amnesty Maupun Abolisi 40 Hingga 100 Ribu

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:09

MANTAN RM BRI Kotabaru Raup 4,9 Miliar dan Sempat Kabur ke Luar Negeri, Kini Terduduk Lesu di Kursi Pengadilan Tipikor Banjarmasin

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:37

PERTEMUAN Menteri P2MI dengan Gubernur Kalsel, Disampaikan Banyak Anak Muda Potensi Bersaing di Dunia Kerja Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:58

MOMEN KENANGAN Menteri Mukhtarudin di Kampus FISIP ULM Bersama Rekan Ikmafis 84

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:31

POLRESTA BANJARMASIN Bedah Rumah, Resmikan Tandon Air Bersih dan Bagikan Sembako

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:24

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:49

AMUK API Hanguskan Tiga Toko di Sungai Andai Banjarmasin Utara

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:41

KOLABORASI Polri – Media Investasi Sosial Sangat Penting, Begini Penekanan Kapolda Kalsel

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:36

SEORANG MONTIR MOTOR Tergeletak Tak Bernyawa di Bengkel

Berita Terbaru

Timnas Portugal membantai Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026. (Foto: Europa Press via Getty Images/Europa Press Sports)

Internasional

MATCHDAY 2 PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Sementara

Rabu, 24 Jun 2026 - 21:47

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca