SuarIndonesia — Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) lepaskan pasung terhadap dua orang penderita ODGJ (Orang dengan gangguan jiwa) di Desa Bagagap Kecamatan Barambai dan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (12/6/2024).
Risma mengatakan, dari tiga ODGJ, masih ada satu yang belum dilepas pasungnya.
Setelah pelepasan pasung terrsebut dilakukan perawatan dibawa ke RSJ Rumah Sakit Jiwa Sambang lihum untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan lebih lanjut.
Dimana kunjungan kerja Mensos RI ke Batola juga kaitan operasi katarak gratis di Rumah Sakit Abdul Azis hingga pemberian alat pertanian.
“Hari ini dua (lepas pasung), insyaallah satu lagi, masih belum,” kata Risma kepada wartawan.
Risma mengatakan sebagian ODGJ yang ditemui tidak terlalu berat kondisinya.
Namun ODGJ perlu diobati dan dibawa ke RSJ untuk penyembuhan.
“Yang saya temui mungkin sebagian tidak terlalu berat memang.
Tapi tetap yang namanya sakit harus berobat meskipun kita hanya sakit perut gitu kan, kita harus berikan, nah ini sama,” jelasnya.
“Jadi kita bawa dulu ke RSJ. Setelah itu, kalau sudah clear, nanti terserah keluarganya.
Tapi, yang jelas, puskesmas sudah tahu.
Nanti bisa diberikan obat satu bulan sekali di puskesmas.
Sebetulnya, kalau rutin, itu nggak ada masalah sebetulnya,” tambahnya.

“Pertama, saya awalnya memang melihat ada beberapa saudara kita terkena penyakit kusta.
Kenapa saya datang ke sini, setelah scanning lengkap, ada juga yang disabilitas mental atau ODGJ atau banyak juga hari ini kita akan operasi 320 warga yang terkena katarak,” kata Risma.
Ia mengatakan ODGJ dapat diobati, tapi harus rutin disuntik satu bulan sekali.
“Yang ingin saya sampaikan. Pertama, kalau ada yang sakit disabilitas mental atau ODGJ, itu ndak boleh dipasung. Itu bisa diobati.
Jadi sekarang sudah ada obat yang dia tiap bulan itu disuntik, kemudian bulan berikut disuntik lagi, jadi hanya tiap bulan.
Kalau dulu setiap hari minum obat, sekarang tidak perlu, cukup satu bulan sekali itu bisa diobati,” jelasnya.
Sisi lain, Mensos menyerahkan satu unit rumah melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) di Desa Sungai Pitung Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Saat melihat rumah yang baru dibangun, Risma berkesempatan berdialog dengan Bahrudin dan istrinya Ny Solatiah.
Ia pun mengajak Bahruddin dan istri untuk memulai usaha ternak bebek guna menambah penghasilan keluarga.
“Nanti telurnya bisa dijual sehingga menambah pendapatan,” kata Risma.
Ia menerangkan Kementerian Sosial juga memberikan bantuan lain berupa instalasi pengolahan air bersih berkapasitas 300 liter serta mesin pengolah air siap minum yang dapat digunakan bersama-sama dengan warga sekitar.
Selama ini, Ny Solatiah dan warga sekitar harus membeli dengan harga Rp 3.000 per jerigen 20 liter untuk mendapatkan air bersih.
Jika tidak mempunyai uang, warga terpaksa mengolah air sungai yang diberi tawas sehingga agak jernih meski berbahaya untuk konsumsi.
Tidak hanya itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berupa kasur, bantal guling, kipas angin, lemari, kompor gas, sofa, meja dapur dan kelengkapan kamar mandi.
Sementara untuk penerangan di rumah, Risma dan tim memasang solar home system atau listrik bertenaga surya untuk rumah tangga dengan kapasitas masing-masing 500 Watt dan 100 Watt. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















