MENKO Yusril: WNI Masuk Dinas Militer Asing Status tak Hilang Otomatis

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 22:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan kepada media. (Foto: Dok Kemenko Kumham Imipas RI)

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan kepada media. (Foto: Dok Kemenko Kumham Imipas RI)

SuarIndonesia — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan status warga negara Indonesia (WNI) tidak hilang secara otomatis apabila seseorang bergabung dengan dinas militer asing, meskipun norma hukumnya telah diatur dalam undang-undang.

Dia menyampaikan Pasal 23 Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia memang menyebutkan bahwa WNI kehilangan kewarganegaraannya apabila masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin presiden

“Namun kehilangan itu tidak bersifat otomatis,” ujar Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan ketentuan dalam UU tersebut harus ditindaklanjuti melalui mekanisme administratif yang jelas dan formal.

Hal itu ditegaskan dalam Pasal 29 dan Pasal 30 UU 12/2006 serta diperinci lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2007 dan PP Nomor 21 Tahun 2022.

Adapun pernyataan Menko menanggapi dua WNI yang dikabarkan menjadi anggota militer asing, yakni Kezia Syifa dan Muhammad Rio. Saat ini, pemerintah masih menelusuri kebenaran informasi keduanya

Yusril menekankan hukum merupakan norma yang mengatur, bukan keputusan konkret terkait dengan nasib seseorang.

Dia mencontohkan seperti tindak pidana pencurian yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana tertentu, tetapi seseorang yang kedapatan mencuri tidak otomatis dijatuhi hukuman sesuai bunyi KUHP.

Untuk menghukumnya, sambung dia, norma UU harus dituangkan dalam putusan pengadilan ke dalam kasus yang konkret.

Ia menyebutkan demikian pula dalam hal kehilangan kewarganegaraan. Walaupun dikatakan undang-undang bahwa seorang WNI kehilangan status WNI-nya jika menjadi anggota militer negara lain, norma undang-undang itu harus dilaksanakan dengan keputusan menteri hukum yang menyatakan mencabut status WNI yang menjadi anggota militer negara asing itu.

Baca Juga :   POLDA KALSEL SITA 172,4 Kilogram Sabu dari Jaringan Antarprovinsi, Ada Termuat di Kemasan Teh China

“Bayi yang lahir dari orang tua WNI menjadi WNI yang dicantumkan dalam akta kelahirannya. Orang asing yang jadi WNI dituangkan dalam keputusan menteri hukum,” tutur Yusril dilansir dari AntaraNews.

Dengan begitu, lanjut Menko, pencabutan tersebut harus diumumkan dalam Berita Negara agar mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Dirinya mengatakan berdasarkan PP 21/2022, kehilangan kewarganegaraan terjadi setelah adanya permohonan dari yang bersangkutan atau laporan dari pihak lain, yang harus diteliti kebenarannya oleh menteri hukum.

Apabila dari hasil penelitian terbukti bahwa seorang WNI benar masuk dinas militer asing tanpa izin presiden, sambung dia, menteri hukum akan menerbitkan keputusan menteri tentang kehilangan kewarganegaraan dan diumumkan dalam Berita Negara.

“Sejak saat itu lah akibat hukumnya berlaku,” ucap Yusril.

Oleh karena itu selama belum ada keputusan menteri dan belum diumumkan dalam Berita Negara, kata Menko, maka yang bersangkutan secara hukum masih berstatus sebagai WNI. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka
KASUS BERDARAH Tewaskan Seorang Nelayan di Tembus Mantuil Terungkap, Tiga Pelaku Diringkus dan Ini Motifnya
DITENGAH BENCANA KARHUTLA, KPK OTT Pejabat BNPB
DIBONGKAR Bea Cukai Banjarmasin Peredaran Barang Ilegal Jalur Penerbangan Internasional
BUKA FAKTA, Kuasa Hukum Sebut MH tak Tahu Ada Investor Lain Kasus Dugaan Penipuan Investasi
SEMBILAN Sarang Narkoba di Sumut Digerebek Bareksrim Polri

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:17

WUJUDKAN Polisi Bersama Masyarakat di Pasar Galuh Cempaka Banjarbaru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00

MENCEKAM Ketika Warga Mendengar Teriakan Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:37

GANDENG WARGA Sasar Jalan Meratus Banjarmasin Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:31

IMPLEMENTASI Program “Green Policing”, Personel KPL Banjarmasin Giat di Area Parkir PT MTI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:19

EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:07

BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:19

PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Berita Terbaru

Suasana upacara pelantikan Polisi Khusus Kehutanan Tahun Anggaran 2026 di Semarang, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Divisi Humas Polri)

Hukum

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:17


DIAN Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: HO- Antara)

Ekonomi

117 BPR-BPRS Dilebur jadi 33 BPR-BPRS

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:12

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca