MENGENAKAN Adat Banjar Ziarah Ke Makam Pangeran Antasari

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2020 - 17:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Ziarah ke makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari dengan para undangan mengenakan pakaian adat Banjar, Minggu (11/10/2020).

Peringatan ke-158 Wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari diawali d
Penghormatan, dilaksanakan di depan komplek persemayaman Pangeran Antasari dipimpin Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah dan dilanjutkann dengan peletakan karangan bunga dan do’a.

Kegiatan dihadiri Plt. Gubernur Kalsel H. Rudi Resnawan beserta Forkopimda,
Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK, Plt.Sekda Prov Kalsel beserta SKPD, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsudin Noor serta Para veteran dan Camat setempat melanjutkan tabur bunga di Komplek Makam Pangeran Antasari.

Dalam kesempatan itu Plt. Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, bahwa semangat perjuangan Pangeran Antasari harus menjadi contoh kita semua apalagi kaum melenial saat ini dalam rangka mengisi kemerdekaan, sesuai pesan dari almarhun Haram Menyerah, Waja Sampai Kaputing.

“Makna yang kita inginkan pada peringatan wafatnya Pangeran Antasari ini, kita sebagai generasi berikutnya generasi setelah Pahlawan-pahlawan Nasional Pangeran Antasari.

Tntu ingin bagaimana mengisi perjuangan yang telah dilakukan Pangeran Antasari, yang terkenal dengan semboyannya pantang menyerah, yaitu Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing.” ujarnya.

Artinya memberikan motivasi atau semangat kepada kita generasi muda khususnya, bahwa tidak akan menyerah, tidak akan berhenti berjuang, sebelum kita mencapai apa yang kita inginkan.

“Mudah-mudahan dengan peringatan ini, perjuangan-perjuangan atau semangat yang telah dicontohkan oleh Pangeran Antasari, tetap menjadi motivasi bagi kita, khususnya masyarakat Kalsel,” ungkap Rudy.

Dalam kesempatan tersebut pimpinan Ziarah Brigjen TNI Firmansyah mengatakan kegiatan ini bukan sekedar rutinitas tahunan, namun hal ini jadikan momentum yang sangat berharga untuk mengenang kembali kegigihan Pangeran Antasari dalam melawan penjajah.

“Beliau mempunyai kepemimpinan yang cerdas, cerdik, alim, patriotisme dan nadionalis dan dicintai masyarakatnya menjadi sebuah pembelajaran sejarah untuk diterapkan dalam kehidupan kita dimasa kini maupun dimasa mendatang” ucsp danrem

Baca Juga :   TAHURA SA Ditutup Sementara untuk Percepat Penanganan Karhutla

Semangat sang pahlawan harus kita wujudkan dalam membangun bangsa ini menjadi lebih baik.

Terutama persatuan dan kesatuan dalam mengedepankan kebersamaan.

Disitu juga tergambar bahwa semangat Beliau dapat kita aplikasikan dalam menjalankan misi kemerdekaan untuk negara dan daerah yang lebih baik lagi.

Intinya semangat haram menyerah waja sampai kaputing harus diaplikasikan dalam mengisi Kemerdekaan ini.

“Pada momen kesempatan kita melaksanakan ziarah ini, saya hanya mengingatkan kepada seluruh Warga Banua, bahwa semangat Almarhum Pangeran Antasari tidak boleh terputus pada saat Beliau meninggal.

Tapi harus tetap kita ambil maknanya bahwa perjuangan kita tidak akan pernah selesai. Banyak sekali perjuangan kita.

Tentunya perjuangan pada masa Beliau berbeda dengan masa kita sekarang. Kita lebih banyak kepada hal-hal yang lebih komplek” ujarnya.

Namun demikian, semangat Beliau pantang menyerah itu menjadi landasan kita dalam bekerja dan berkarya.

Pada dasarnya semua bisa kita kerjakan, semua bisa kita selesaikan, apabila semangat beliau itu sebagai landasan bekerja.

Karena kita masih kondisi pandemi covid 19.

Mari kita sama-sama implementasi dari semangat Beliau terhadap hal ini, bisa kita implementasikan dalam bentuk kita patuhi protokol kesehatan,” ungkap Firmansyah.

Usai prosesi ziarah, Pemerintah Provinsi Kalsel juga memberikan tali asih kepada para keluarga atau ahli waris para pejuang di Kalsel yang diserahkan langsung oleh Plt. Gubernur Kalsel, yang diterima Gt. Masyitah, keturunan Pangeran Antasari.(DO/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan
AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla
INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok
GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan
DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi
KARHUTLA Kapuas Hanguskan Rumah Warga
JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya
LIMA Tersangka Terlibat Karhutla Kalsel

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca