SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masuk kategori berbahaya pada Jumat pagi akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5 yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel Klaus Johannes Apoh Damanik di Banjarbaru, Jumat (28/8/2026), mengatakan hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 hingga 02.00 Wita umumnya berada pada kategori sedang.
“Namun, konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan mulai pukul 03.00 hingga 09.00 Wita dengan kenaikan yang cukup tajam dibandingkan kondisi pada beberapa jam sebelumnya,” kata Klaus Johannes Apoh, melansir dari Antara.
Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, konsentrasi PM2.5 mencapai 356,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00 Wita yang masuk kategori berbahaya atau sangat jauh dari kualitas udara kategori baik yang seharusnya berada di angka 0-15,5 mikrogram.
BMKG menyatakan kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi partikulat yang sangat signifikan pada pagi hari, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
Johannes mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan, ketika konsentrasi partikulat di udara mengalami peningkatan.
“Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker medis jenis N95 atau KN95 untuk mengurangi paparan partikulat serta menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat,” katanya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, karena aktivitas tersebut dapat meningkatkan konsentrasi partikulat dan memperburuk kondisi kualitas udara di wilayah terdampak. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















