JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grafik menunjukkan kualitas udara berada pada zona hitam atau “Berbahaya” di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (28/8/2026). (Foto: HO-BMKG)

Grafik menunjukkan kualitas udara berada pada zona hitam atau “Berbahaya” di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (28/8/2026). (Foto: HO-BMKG)

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masuk kategori berbahaya pada Jumat pagi akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5 yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel Klaus Johannes Apoh Damanik di Banjarbaru, Jumat (28/8/2026), mengatakan hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 hingga 02.00 Wita umumnya berada pada kategori sedang.

“Namun, konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan mulai pukul 03.00 hingga 09.00 Wita dengan kenaikan yang cukup tajam dibandingkan kondisi pada beberapa jam sebelumnya,” kata Klaus Johannes Apoh, melansir dari Antara.

Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, konsentrasi PM2.5 mencapai 356,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00 Wita yang masuk kategori berbahaya atau sangat jauh dari kualitas udara kategori baik yang seharusnya berada di angka 0-15,5 mikrogram.

BMKG menyatakan kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi partikulat yang sangat signifikan pada pagi hari, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :   LAHAN Kawasan Pulau Bromo Terbakar, Sat Polairud Polresta Banjarmasin Bergerak Padamkan

Johannes mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan, ketika konsentrasi partikulat di udara mengalami peningkatan.

“Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker medis jenis N95 atau KN95 untuk mengurangi paparan partikulat serta menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat,” katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, karena aktivitas tersebut dapat meningkatkan konsentrasi partikulat dan memperburuk kondisi kualitas udara di wilayah terdampak. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga
SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi
27 RIBU Hektare Lahan di Kalsel Terbakar
KASUS BERDARAH Tewaskan Seorang Nelayan di Tembus Mantuil Terungkap, Tiga Pelaku Diringkus dan Ini Motifnya
GEGER TONGKAT BELATI di Kantor DPRD Kalsel, Seorang Pria Diperiksa Polisi
UNGKAP PENELANTARAN BAYI, Ayah dan Ibu Kandung Berstatus Pacaran Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44

TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:11

ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca