SuarIndonesia — Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama Polres jajaran telah menetapkan lima orang tersangka terduga terlibat dalam kasus pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah di provinsi itu
“Laporan jajaran terkini total sudah ada lima orang tersangka kasus karhutla yang naik penyidikan,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan kepada di Banjarbaru, Jumat (28/8/2026).
Dia merinci Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) terdapat dua orang tersangka, serta Polres Tanah Bumbu, Polres Tabalong dan Polres Banjarbaru masing-masing satu orang tersangka.
Yudha menyebut para tersangka merupakan perorangan yang patut diduga melakukan pembakaran lahan secara sengaja dengan tujuan tertentu.
“Diduga untuk pembersihan lahan dengan cara membakar,” bebernya.
Selain lima tersangka yang sudah ditetapkan, Polda Kalsel dan Polres jajaran juga telah memeriksa sekitar 20 saksi terkait temuan lahan terbakar.
Bahkan di antaranya dari unsur korporasi yang lahannya ikut terbakar dalam musim kemarau saat ini.
“Semuanya masih didalami penyidik, kami juga minta keterangan ahli agar proses penegakan hukum benar-benar memenuhi minimal dua alat bukti sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tuturnya.

Cairan tepung padamkan Karhutla gambut
Sementara itu, dilansir dari Antara, Polda Kalsel menggunakan cairan tepung untuk meningkatkan efektivitas upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lahan gambut di Banjarbaru, khususnya mencakup area prioritas seperti bandara guna mencegah dampak kabut asap yang mengganggu penerbangan.
“Atas dukungan dan arahan bapak Kapolri, kami melakukan pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air ini dan hasilnya menunjukkan efektif menekan laju api,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan.
Kapolda mengungkapkan cairan campuran tepung itu, bantuan langsung dari Mabes Polri.
Inovasi pemadam karhutla berbasis pati singkong (tepung ubi) yang dicampur dengan amonium polifosfat, air, dan zat pembasah untuk menghambat perambatan api.
Adapun cara kerjanya, air dalam campuran berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar di vegetasi.
Sementara pati singkong membantu meningkatkan adhesi agar cairan bertahan lebih lama di permukaan tanah sehingga membasahi lahan secara merata.
Selain itu, Polda Kalsel bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) telah menerapkan metode suntik gambut yaitu penyuntikan air langsung ke dalam tanah hingga kedalaman dua meter. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















