MENDES Lapor DPR: Desa di Kalsel Tak Punya Jalan karena Diapit Kawasan Hutan

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 22:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Desa PDT, Yandri Susanto. (Foto: Istimewa)

Menteri Desa PDT, Yandri Susanto. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melaporkan sejumlah masalah pedesaan kepada DPR. Salah satu yang disampaikan yakni terkait kondisi desa di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tertinggal karena berada di tengah hutan.

Awalnya Yandri menyampaikan data desa masuk kawasan hutan. Ada 3.000 desa yang termasuk kriteria tersebut.

“Data kami sekarang hampir 3.000 desa itu masuk dalam kawasan hutan, artinya desanya kawasan hutan semua. Bayangkan ini, Pak Dasco (Sufmi Dasco Ahmad, Red), desanya penduduknya ada, KTP-nya ada, ikut pemilu, tapi desanya kawasan hutan semua,” ujarnya dalam rapat audiensi bersama Pimpinan DPR dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) di Ruang Rapat Komisi XIII DPR, Senayan, Jakarta pada Rabu (24/9/2025).

Kondisi tersebut membuat penduduk kesulitan untuk menggarap lahan di sekitarnya. Mendes Yandri mencontohkan apa yang terjadi di Bogor. Ada 4 orang yang ditangkap karena menggarap tanah di desa kawasan hutan tersebut.

“Mereka nggak bisa ngegarap apa-apa, kalau garap ditangkap. Sudah empat orang yang ditangkap,” ujarnya dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan.

Selain itu, ada 16.000 desa yang juga berimpit dengan hutan. Desa-desa tersebut menjadi tertinggal karena tidak ada pembangunan jalan hingga sarana kelistrikan. Salah satunya di Tanah Laut.

“Kenapa? Listrik nggak bisa masuk. Karena PLN nggak berani masuk, karena itu kawasan hutan. Ada di Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan, sampai hari ini nggak punya jalan Pak, dua desa,” bebernya.

Baca Juga :   PELAKU Pembunuhan Sesama Santri Dijatuhi 7,6 Tahun Penjara

“Kenapa? Dari jalan raya menuju desa itu, ini kawasan hutan, tidak boleh dibangun. APBD nggak berani masuk, tadi kata Pak Nusron (Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Red) takut dianggap korupsi. APBN juga nggak berani masuk,” lanjutnya.

Menurut Yandri, sejauh ini ada sekitar 25 juta orang penduduk yang terdampak status kawasan hutan ini. Selain kesulitan dalam menggarap lahan, warga juga tidak mendapat infrastruktur yang memadai. Hal ini berpengaruh ke berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.

“Jadi hampir 25 juta orang yang tersasar akibat masuk dalam kawasan hutan ini. Dan rata-rata mereka miskin, karena tidak punya infrastruktur dasar, pendidikan dasar, dan lain-lain,” tegasnya.

Oleh karena itu, Yandri mendorong adanya penyelesaian secara komprehensif mengenai persoalan-persoalan yang muncul. Dia meminta agar desa-desa itu dikeluarkan dari kawasan hutan.

“Mungkin kami usulkan di forum yang terhormat ini, dengan kepiawaian, Prof Dasco, saya kira perlu kita mengambil langkah taktis strategis sehingga terutama desa, Pak,” tuturnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca