PELAKU Pembunuhan Sesama Santri Dijatuhi 7,6 Tahun Penjara

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 20:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang putusan kasus pembunuhan santri di PN Barabai, Jumat (19/9/2025). Majelis hakim menjatuhkan vonis 7 tahun 6 bulan penjara kepada MN (15) dan akan menjalani hukuman di LPKA Kelas 1 Martapura. Sidang turut dihadiri JPU serta penasihat hukum. (SI/Antara)

Sidang putusan kasus pembunuhan santri di PN Barabai, Jumat (19/9/2025). Majelis hakim menjatuhkan vonis 7 tahun 6 bulan penjara kepada MN (15) dan akan menjalani hukuman di LPKA Kelas 1 Martapura. Sidang turut dihadiri JPU serta penasihat hukum. (SI/Antara)

SuarIndonesia — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menjatuhkan vonis tujuh tahun enam bulan penjara MN (15) terdakwa pembunuhan terhadap sesama santri MF (21) di salah satu pondok pesantren.

“Menyatakan anak MN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dalam dakwaan pertama subsidair,” kata Ketua Majelis Hakim Arum Kusuma Dewi didampingi dua hakim anggota Maria Adinta Krispradani dan Zefania Anggita Arumdani saat membacakan putusan di ruang sidang anak PN Barabai, HST, Jumat (19/9/2025).

Hakim menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan kepada MN yang akan dijalani di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Kabupaten Banjar.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari HST yang sebelumnya menuntut hukuman 8 tahun penjara.

Hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan dikurangkan seluruhnya dengan pidana yang dijatuhkan, pelaku tetap ditahan, serta membebankan biaya perkara Rp5 ribu.

Sidang dihadiri penasihat hukum pelaku Bambang Supriadi dan Syamsuri beserta keluarga, sementara JPU Kejari HST diwakili Mahendra Suganda dan Mochamad Kemas Heryawan.

Terkait putusan tersebut, JPU menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya.

Baca Juga :   WASPADAI! Potensi Gelombang Tinggi

“Kami masih pikir-pikir, apakah akan mengajukan banding atau tidak,” ujar JPU usai sidang.

Penasihat hukum pelaku, Bambang juga menyatakan hal serupa dengan alasan akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan keluarga.

“Kami akan bicarakan dulu dengan keluarga, apakah menerima putusan atau akan melanjutkan upaya hukum banding,” kata Bambang, dilansir dari AntaraNews.

Majelis hakim memberikan waktu tujuh hari bagi kedua belah pihak untuk menyatakan sikap terkait putusan tersebut.

Diketahui, kasus ini bermula saat warga HST digegerkan dengan peristiwa seorang santri tewas ditusuk rekannya saat tertidur pada Rabu (20/8) sekitar pukul 03.00 Wita.

Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan karena pelaku merasa sakit hati sering dirundung korban hingga nekat merencanakan pembunuhan dengan senjata tajam berupa parang sepanjang 27 sentimeter dengan lebar empat sentimeter. (*/ut)

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca