MASIH TERTUNDA Investasi Pupuk Senilai Rp2 Triliun di Batola

MASIH TERTUNDA Investasi Pupuk Senilai Rp2 Triliun di Batola

SuarIndonesia – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, belum mencatat secara riil rencana investasi pupuk di Barito Kuala (Batola) senilai Rp2 triliun.

Sebagaimana diketahui rencana investasi itu tertunda karena pada 2020 terjadi pandemi Covid-19.

Menurut Kepala DPMPTSP Kalsel, Ir. Nafarin, investor asal Surabaya tersebut tetap berminat berinvestasi di Batola.

“Hanya soal waktu saja ini. Jika nanti Covid mereda maka investasi ini bisa terlaksana,” kata Nafarin belum lama tadi.

Nafarin menjelaskan tadinya lahan seluas 150 hektare sudah siap, dana juga sudah siap tapi investor menunda berinvestasi karena pandemi Covid-19.

Diterangkan Nafarin, investor Surabaya tersebut berencana membuat pabrik pengolahan pupuk untuk menyokong program pertanian Serasi dan Food Estate di Kalimantan Tengah.

“Rencananya mereka menyuplai pupuk ke Kalteng, tapi pada tahun lalu mereka tidak berani ambil resiko sehingga menunda rencana investasi,” urainya.

Dijelaskan Nafarin, beberapa investor yang menarik diri untuk berinvestasi menjadi salah satu penyebab target investasi pada tahun ini belum mencapai target.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi (DPMPTSP) Kalsel mencatat realisasi investasi dari Januari hingga Desember 2020 cuma 60 persen. Atau Rp7, 76 triliun dari target sebesar Rp12 triliun.

Selain tidak mencapai target, realisasi investasi pada 2020 juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2019 kita mampu mencapai target, realisasinya mencapai Rp15,6 triliun,” katanya.(adv/RW)

 107 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: