“Mari Benahi Reserse, Rakyat Menunggu”

“Mari Benahi Reserse, Rakyat Menunggu”

Suarindonesia – Ini merupakan komitmen integritas bagi penyidik dan digelar Rakor Teknis Reserse Polda Kalsel tahun 2019 dengan mengusung tema tersebut.

Kegiatan dibuka Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Polisi Yazid Fanani, Selasa (22/1) dihadiri sejumlah pejabat utama.

Kapolda menyampaikan Rapat Koordinasi (Rakor) merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Teknis Bareskrim Polri yang dilaksanakan di Jakarta akhir tahun lalu.

Dilanjut dengan Rakor ini melibatkan fungsi Reserse Kriminal Umum (Reskrimum), Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus), Reserse Narkoba (Resnarkoba), Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Dit Polairud) serta Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Jajaran Polda Kalsel.

“Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya seluruh jajaran fungsi Reserse Polda Kalsel baik di tingkat Polda maupun ke wilayahan atas segala keberhasilan dan kinerja yang optimal dalam upaya penegakan hukum secara profesional, proporsional dan prosedural khususnya dalam hal pemberantasan kejahatan yang meresahkan masyarakat,’’ ujarnya.

Kapolda juga imbau untuk menghilangkan sikap sikap arogansi dan penyalahgunaan wewenang serta tindakan kontra produktif lainnya yang dilakukan oleh jajaran fungsi Reskrim dan Tahti yang dapat berakibat hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Sesuai tema Mari Benahi Reserse Rakyat Menunggu” merupakan komitmen integritas bagi Penyidik jajaran Polda Kalsel yang sangat penting dalam upaya peningkatan kemampuan dan profesionalisme penyidik penguatan komitmen menganalisis dan mengevaluasi berbagai bentuk dinamika permasalahan dan tantangan yang berkembang,’’ bebernya.

Berkaitan dengan pelaksanaan Pilpres dan Pileg tahun 2019, kapolda menekankan kepada seluruh jajaran fungsi Reskrim khususnya yang bertugas sebagai penyidik Gakkumdu untuk bertindak tegas objektif dan transparan kepada para pelaku tindak pidana Pemilu.

Sehingga dengan demikian akan menekan terjadinya pelanggaran Pemilu dan meningkatkan partisipasi serta kepercayaan masyarakat pada proses demokrasi yang sedang berlangsung saat ini. (ZI)

 337 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: