ARGUMENTASI Diutarakan H Fani – Habib Taufan Sektor Pertanian di Debat Perdana jadi Perhatian

- Penulis

Kamis, 7 November 2024 - 17:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Argumentasi yang diutarakan Calon Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani atau H Fani, tentang perlunya penambahan anggaran untuk sektor pertanian, jadi perhatian serta tidak mampu disanggah paslon lainnya, di debat publik perdana pada Rabu (6/11/2024) malam.

Menurut H Fani, berdasarkan data, 60 persen masyarakat Tabalong berprofesi sebagai petani. Di antaranya, sangat bergantung pada hasil produksi usaha tani.

“Masih besarnya peluang peningkatan ekonomi dari pengembangan pertanian, ke depan sangat dibutuhkan penambahan anggaran, khusus mendukung program disektor pertanian,” tegasnya.

Pernyataan H Fani, kemudian ditambahkan oleh Calon Wakil Bupati (Cawabup) Muhammad Taufani Alkaf atau Habib Taufan. Itu terlontar pada salah satu segmen. Habib menyampaikan komitmennya untuk mensejahterakan masyarakat lewat sektor pertanian.

Pada sesi penyampaian tanggapan, tidak terdengar adanya sanggahan atau pun bantahan terkait pernyataan Haji Fani – Habib Taufan.

Pada momen itu, paslon nomor urut 1 dan 2 seakan juga menyatakan bahwa potensi ekonomi melalui pengembangan sektor pertanian masih terbuka lebar dan belum dikelola secara optimal.

Itu terbukti dari pernyataan Paslon 1 yang merencanakan akan meningkatkan produksi pertanian padi agar dapat melakukan masa panen dua kali dalam setahun.Calon Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani atau H Fani dan (Cawabup) Muhammad Taufani Alkaf atau Habib Taufan di debat, pada Rabu 6/11/2024) malam. (SuarIndonesia/Ist)

Begitu pula, Paslon 2 yang menyayangkan terkait adanya 3.200 hektare lahan tidur. Kemudian, dia merencanakan agar membuka lahan pertanian baru seluas 5000 hektare.

Usai debat, H Fani mengatakan tidak ada kendala dengan adanya pembatasan waktu dalam penyelenggaraan debat malam itu.

“Tidak ada kendala. Kami rasa waktunya cukup, ya. Itu diserahkan kembali kepada masing-masing Paslon untukengelola waktu dan menyampaikan penjelasan secara singkat dan dapat dipahami,” tandasnya.

Di lain sisi, H Fani dan Habib Taufan tampak optimal menggunakan kesempatan debat publik yang digelar KPU Tabalong itu.

Baca Juga :   JURU PARKIR Penuh Bertato Aniaya Tetangga Hingga Usus Terburai

Pada segmen Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Pengelolaan Lingkungan, hingga Akselarasi Program Pusat dan Daerah selalu memiliki relevansi dan keterkaitan dengan rencana program kerja yang disiap diwujudkan oleh Paslon Nomor Urut 3.

Bahkan, dalam pernyataan H Fani dan dipertegas dalam penjelasan Habib Taufan, selalu mengaitkan dengan implementasi misi berikut tujuh inovasi rencana program kerja.

Tidak tanggung-tanggung H Fani menguatkan argumennya dengan menyebut data dan sejumlah bukti dari statistik realisasi program sebelumnya.

Pelaksanaan debat publik pertama, sebagai medium adu gagasan oleh Komisi Pemilihan KPU Kabupaten Tabalong digelar di Hall Aston Tanjung Hotel itu, di jaga ketat petugas kemanan, TNI dan Polri.

Ketua KPU kabupaten setempat, Ardiansyah mengungkapkan, debat publik ini merupakan salah satu metode kampanye yang dilaksanakan mengikuti aturan yang ditentukan.

“Debat menjadi media kampanye paslon untuk sampaikan program, gagasan yang dapat dinilai oleh masyarakat secara bijak,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat agar menggunakan hak pilih, untuk menjadikan tayangan debat publik itu sebagai informasi dan referensi dalam menentukan pilihan

“Kami mengajak seluruh masyarakat calon pemilih untuk melakukan pencoblosan pada tanggal 27 November ini,” katanya.

Pada gelaran debat publik kemarin malam itu, dipandu oleh dua moderator, Anang Sophan Tornado dan Varinia Pura Damaiyanti.

Melibatkan lima panelis dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat diantaranya, Muhammad Effendi dari Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), HM Yunani (guru besar Fakultas Ekonomi ULM, Nadzi Akbar (Guru besar) Universitas Islam Negeri (UIN), Prof Ani Cahyadi (Guru besar UIN) dan M Adriani Yulizar tokoh masyarakat. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMENSOS Evaluasi Ratusan Penerima Bansos di Banjarmasin
SEORANG PEJABAT di Lingkup Pemprov Kalsel Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kronologisnya
DIMENSI PEMAHAMAN Jadi Sorotan, Potensi Radikalisme di Kalsel Meningkat
AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga
POLISI BUBARKAN Sekelompok Pemuda Aksi “Cosplay Tuyul” di Jalan Raya
LAKA MAUT di A Yani Km 5 Banjarmasin Tewaskan Seorang Pria asal Palolo
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
PERKELAHIAN Sekelompok Remaja di Depan Hotel Jalan A. Yani Km 2,5 Banjarmasin

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca