MAHASISWA Merantau asal Sumatra di UPR Kalteng Camas, Jasad Paman Hanyut Disapu Banjir

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang Sumatra. (SuarIndonesia/Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Banjir bandang Sumatra. (SuarIndonesia/Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

SuarIndonesia –  Peristiwa banjir bandang dan longsor yang melanda di sejumlah wilayah pulau Sumatra turut membuat cemas putra daerah yang sedang merantau.

Mereka berharap keluarga yang selamat segera mendapatkan pertolongan dan yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Salah satu cerita datang dari Glennio Sahat Solu Sihombing, mahasiswa asal Sumatra Utara (Sumut).

Glen tengah menempuh pendidikan di Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah.

Ia mengungkap ayah dan adiknya di Tapanuli Tengah sempat hilang kabar, menyisakan ibunya seorang diri. Beruntung kini ayah dan adiknya sudah berhasil ditemukan dan telah dievakuasi.

“Kabar keluargaku sekarang udah aman. Bapak, mamak, sama adek udah dievakuasi,” ujar Glen, Selasa (2/12/2035).

Namun, paman dan kawan dekatnya di kampung dikabarkan telah meninggal terseret arus.

Jenazahnya sempat ditemukan, tetapi kini masih hilang setelah hanyut tersapu banjir susulan.

“Cuma untuk tulang (paman) dan kawan dekat aku udah hanyut gak keliatan lagi jenazahnya.

Kemarin kan di gelombang pertama pas banjir kan udah ketemu jenazahnya, meninggal.

Cuman pas di gelombang kedua ni tehanyut karena gelombang kedua lebih besar lagi banjirnya,” ungkapnya.

Mahasiswa Ilmu Hukum itu tidak cuma sedih, tapi juga marah.

Menurutnya kejadian ini bukan hanya sekedar bencana oleh alam, tetapi ada campur tangan manusia yang berlebihan mengeksploitasi alam dan hutan demi profit.

“Rasanya campur aduk. Karena kalau merasa sedih pasti sedih, cuma kita enggak menutup juga rasa amarah kita terhadap peristiwa itu,” ungkap Glen.

Baca Juga :   DEWI ASTUTIK Diringkus BNN Terkait Penyeludupan Dua Ton Sabu

Glen menilai peristiwa yang melanda tiga wilayah di Sumatra yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh merupakan persoalan yang kompleks.

Dari informasi keluarganya di kampung, terjadi pembukaan lahan yang massif khususnya di Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Sebenarnya cukup kompleks masalah ini. Kemarin sebelumnya saya sempat tanya dengan keluarga bahwa kemarin itu sempat ada pembukaan besar-besaran disana secara massif, ada pembukaan lahan juga.

Ada salah satu tambang emas juga, itu posisinya sudah tidak kompatibel ketika dibuka tambang maupun penebangan,” terang Glen.

Glen menilai peristiwa yang terjadi di Sumatera mungkin juga bisa terjadi di wilayah lain yang mengalami deforestasi, salah satunya Kalimantan.

Ia juga berharap penanganan bencana dan pemulihan di Sumatera dapat disegerakan.

Dilansir detikSumut, deforestasi di sekeliling wilayah terdampak banjir bandang sangat tinggi.

Hal tersebut disampaikan Rianda Purba, Direktur Eksekutif Walhi Sumatra Utara. Rianda mendasarkan pendapatnya pada sejumlah video yang viral memperlihatkan batang-batang pohon hanyut bersama terjangan banjir bandang.

Netizen menduga itu merupakan praktek ilegal logging yang ikut memperparah banjir dan longsor.

“Di Kecamatan Batang Toru, yang meluap itu Sungai Batang Toru. Di hulunya ada tiga sumber aliran air yang tutupan hutannya sebagian sudah hilang,” kata Rianda. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SUNGAI KAPUAS MURUNG: Pria Diduga Tenggelam Ditemukan Mengapung
DIMONITORING -EVALUASI Dishub Balangan Area Parkir Pasar Tradisional
BPOM Telusuri 22 Merk OBA Berbahaya Hasil Pengawasan Maret 2026
KEMENHAJ Copot Penanda yang Dipasang KBIHU di Tenda Arafah
PEMBANGUNAN IKN Diarahkan ke Sembilan Wilayah Perencanaan
GUBERNUR AGUSTIAR: DAD Agar Proaktif dan Deteksi Dini Cegah Konflik
KAWANAN Kasus Korupsi 4,7 Miliar di BRI Unit Kuin Alalak Banjarmasin Terancam 4,5 Tahun Penjara
APRESIASI Langkah Berani TNI AL Mengembangkan Budidaya Kedelai di Lahan Tergolong Menantang.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:28

BPOM Telusuri 22 Merk OBA Berbahaya Hasil Pengawasan Maret 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:17

KEMENHAJ Copot Penanda yang Dipasang KBIHU di Tenda Arafah

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:46

KASUS ANDRIE YUNUS: 4 Anggota TNI Hadapi Sidang Tuntutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:21

PRESIDEN PRABOWO: Laporkan Tindakan Aparat yang tak Sesuai Ketentuan

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:40

ANGGARAN MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun pada 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 23:40

AKP DEKY Diperiksa dan Resmi Dipecat! Diduga Jadi Beking-Terima Dana dari Jaringan Narkoba

Senin, 18 Mei 2026 - 22:39

KPK Periksa Muhadjir Effendy Terkait Kuota Haji Tambahan pada 2022

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:49

AKP BONAR Terancam Dipecat! Terlibat Jaringan Peredaran Narkotika

Berita Terbaru

Menyalurkan 24 ekor sapi kurban bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalsel Cabang Paringin di Lapangan Martasura, Paringin,  Kamis (21/5/2026). (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DISALURKAN Bupati Abdul Hadi 24 Ekor Sapi Kurban

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:50

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca