SuarIndonesia – Apresiasi besar disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Ir. H. Syamsir Rahman, MS, atas langkah TNI AL yang berani mengembangkan budidaya kedelai di lahan yang tergolong menantang.
Langkah ini dinilai sejalan dengan arahan Gubernur Kalsel untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Sedangkan Komandan Lanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, menegaskan bahwa penanaman kedelai ini merupakan simbol semangat kebersamaan dan gotong royong, bukan sekadar agenda seremonial semata.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kelompok tani, instansi terkait, dan seluruh prajurit yang terlibat.
“Selain sektor pertanian, Lanal Banjarmasin juga fokus mengembangkan sektor perikanan melalui budidaya ikan nila sistem bioflok.
Metode modern ini sangat efektif, hemat lahan dan air, serta mampu mengoptimalkan produktivitas secara maksimal.
Kami berharap ini bisa menjadi peluang usaha produktif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga masyarakat setempat,” kata Danlanal.
“Kita rasa bangganya atas capaian gemilang Kalimantan Selatan yang sukses menempati peringkat pertama terbaik nasional dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian,” sambung Ir. H. Syamsir Rahman, MS.
Pada tahun 2025, Kalsel sukses mencatatkan rekor produksi pangan sebesar 1,2 juta ton.
“Angka ini menghasilkan surplus hingga 600.000 ton yang tidak hanya mencukupi kebutuhan 4,3 juta warga lokal, tetapi juga didistribusikan untuk menyuplai provinsi tetangga,” ungkap Syamsir optimistis.
Melalui kolaborasi kuat antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam Operasi Trisila 26 ini, posisi Kalsel sebagai lumbung pangan nasional diharapkan akan semakin kokoh dan berkelanjutan.(*/DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















