LUAPKAN KEKECEWAAN Lewat Mural ‘Busung Lapar’ di Tembok yang Sama

- Penulis

Minggu, 29 Agustus 2021 - 23:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Usai dihapusnya mural ‘WABAH SEBENARNYA ADALAH KELAPARAN’ oleh aparat Satpol PP Kota Banjarmasin, mural sindiran kembali muncul di tembok yang sama.

Kali ini di pagar tembok beton eks-Pelabuhan Martapura Lama itu, muncul mural sesosok bocah busung lapar sedang hormat kepada bendera Merah Putih yang berkibar gagah di belakangnya.

Di sampingnya, terpampang kalimat ‘TIDAK HANYA PROKES, KAMI JUGA PERLU MAKAN’ yang ditulis dengan cat akrilik hitam dengan latar cat warna hijau tosca.

Mural tersebut dilukis oleh dua orang pemuda yang tidak ingin disebut identitasnya ketika matahari sedang dalam keadaan terik-teriknya, Minggu (29/08/2021) siang.

Saat dibincangi awak media, salah satu pelukis mural berinisial A mengaku mural yang dibuatnya tersebut merupakan bentuk ekspresi kekecewaannya terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus berlanjut dan diperpanjang.

“Banyak masyarakat yang terdampak, di mall aja katanya banyak yang di PHK. Apalagi para buruh dan masyarakat kecil lainnya tentu sangat berdampak,” ucapnya.

 

 

LUAPKAN KEKECEWAAN Lewat Mural 'Busung Lapar' di Tembok yang Sama (2)

 

 

Menurutnya, selain sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat, kebijakan tersebut juga mempersulit warga ketika ingin menjalani keperluan administrasi lainnya.

“Kasian melihat kondisi masyarakat, mereka terlalu ditekan dengan kebijakan ini,” tukasnya.

Selain itu, ia mengaku banyak masyarakat yang protes dan tidak setuju dengan kebijakan PPKM yang tidak disertai dengan penanganan dampaknya. Apalagi sekarang PPKM selalu diperpanjang.

“Segala kebijakan yang membatasi aktivitas warga sudah diterapkan dan selalu diperpanjang. Anak-anak pada libur sekolah. Jadi sebenarnya kami hanya ingin meminta kejelasan kepada pemerintah kapan soh sebenarnya pandemi ini selesai?” tanyanya.

Pria yang mengaku sebagai salah satu pekerja di kawasan Pasar Lima, Banjarmasin itu menceritakan, dirinya pun juga menjadi korban dari kebijakan PPKM.

“Sangat berdampak, istri saya baru setengah bulan kerja, terpaksa harus berhenti bekerja karena di PHK karena tempat kerjanya juga terdampak akibat PPKM,” ungkapnya dengan suara bergetar sambil menahan sedih.

Baca Juga :   MASUK GERBONG ROTASI Empat Kajari di Wilayah Kalsel

Alhasil, ia terpaksa harus bekerja keras menghidupi istri dan satu anaknya dengan menjadi buruh angkut.

“Lebih sepuluh tahun bekerja sebagai buruh angkut, kondisi sekaranglah yang paling parah. Karena barang yang masuk ke pasar pun juga tak banyak, kemudian pembelinya juga sepi,” imbuhnya.

Di samping itu, dari pengamatannya sebagai masyarakat awam, ia melihat penerapan PPKM ini tidak dibarengi dengan penanganan dampak yang diakibatkannya.

“Tidak sedikit pembagian bansos kurang tepat disalurkan, dan tidak merata. Bahkan ada warga yang kondisi ekonominya masih terbilang aman dapat bansos, malah warga yang kondisi ekonominya sakit tidak dapat,” bebernya.

Ia hanya berharap, pemerintah bisa secara bijak dalam membagi bantuan kepada masyarakat, khususnya yang terdampak pandemi Covid-19.

“Bagi lah bansos dengan bijak dan tepat sasaran. Terutama warga miskin yang lebih memerlukan bantuan,” pungkasnya.

Saat ditanya apakah tidak ada rasa takut dan ke khawatir ketika melukis mural sindiran tersebut di waktu siang hari?

Mengingat beberapa waktu lalu aparat penegak Perda di Banjarmasin telah menghapus mural serupa di tempat yang sama. Apalagi ada kabar kalau pelukis mural di Pulau Jawa diburu oleh aparat penegak hukum.

“Kalau rasa takut ada sih, cuma tetap kita beranikan saja. Asalkan tidak menyinggung atau menggambar mural Presiden Jokowi,” imbuhnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!
BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api
RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan
PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel
PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca