Lion dan Citilink Pasang Tarif Bagasi Supaya ‘Survive’

- Penulis

Sabtu, 12 Januari 2019 - 18:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Maskapai Lion Air hingga Citilink menerapkan tarif bagasi. Tarif bagasi yang diterapkan berbeda-beda sesuai rute dan jam penerbangan.

Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, persaingan bisnis maskapai ketat dengan keuntungan yang tidak besar. Di sisi lain, risiko yang ditanggung juga cukup besar.

“Jadi gini, internasional itu memang usaha airlines satu usaha yang sangat tight (ketat), jadi keuntungan tidak besar tapi risiko tinggi,” ujarnya di JIExpo Kemayoran Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sementara, sebelum maskapai tidak menaikkan tarif di saat harga bahan bakar masih tinggi.

“Dan sekarang ini avtur naik sekali, kalau dihitung dari sekian tahun terakhir kenaikan ini, mereka tidak menaikkan, sehingga mereka dalam satu harga marjinal sekali,” tambahnya.

Baca Juga :   BANK INDONESIA Hidupkan Semangat Pahlawan Dalam Lembaran Rupiah

Dia melanjutkan, pengenaan tarif bagasi tersebut sebagai upaya maskapai untuk bertahan. Dia tak ingin ada maskapai berguguran.

“Apa yang dilakukan adalah satu upaya supaya mereka bisa survive, coba dibayangkan kalau tiba-tiba ada airlines kita yang berakhir, saya tidak mendoakan itu, kan jadi repotkan. Jadi salah satu inovasinya itu dengan (bagasi) barang itu,” tutupnya.(detikcom/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka
KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan
KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah
DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak
GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca