SuarIndonesia – Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat.
Dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat
Berkaitan Empat Pilar ini pula, Legislator Pengeran Khairul Saleh, sampaikan dalam perspektif (cara pandang atau sudut pandang) menurunnya moral anak Bangsa di daerah.
“Penurunan moral anak bangsa adalah isu kompleks akibat globalisasi, teknologi dan lemahnya pendidikan karakter,” kata Pengeran Khairul Saleh, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada kegiatan sosialisasi di Jalan Kenanga Martapura, Kabuypaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (30/10/2025).
Ini semua mendapat respon positif peserta dengan dialog atau diskusi dua arah.
Ia paparkan, semua ditandai dengan menurunnya sopan santun, meningkatnya kekerasan (tawuran, perundungan), penyalahgunaan narkoba, dan pergeseran nilai materialistis.
Ini membutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, dan pemerintah melalui pendidikan karakter dan teladan yang kuat agar membentuk generasi berakhlak mulia.
Dari itu pula lanjut Pangeran Khairul Saleh, Empat pilar Kebangsaan Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sangat relevan dalam menghadapi kondisi di daerah yang mengalami penurunan moral anak bangsa.
Perspektif Empat Pilar yang disampaikan adalah Pancasila. Ia menekankan nilai-nilai moral dan etika, seperti keadilan, kesederhanaan, dan gotong royong, untuk membentuk karakter anak bangsa.
UUD 1945, menghormati dan mematuhi konstitusi sebagai landasan hukum negara, termasuk aturan-aturan yang terkait dengan moral dan etika.
NKRI, menghargai dan mempertahankan keutuhan wilayah dan bangsa Indonesia, termasuk menjaga moral dan nilai-nilai bangsa.
Bhinneka Tunggal Ika, menghayati dan mengamalkan semboyan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi perbedaan dan tantangan.
Kemudian lanjut Pangeran Khairul Saleh dilihat dari kondisi di daerah bisa dianalogikan bahwa
kondisi daerah yang mengalami penurunan moral anak bangsa, seperti meningkatnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan lain-lain.
Faktor penyebab penurunan moral, seperti kurangnya pendidikan moral, pengaruh budaya luar, dan lain-lain.
“Kita juga harus mempersiapkan. Solusinya yaitu meningkatkan pendidikan moral dan etika di sekolah dan masyarakat,” imbuhnya.
Kemudian, meningkatkan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
Meningkatkan kegiatan positif dan produktif di masyarakat, seperti kegiatan keagamaan, olahraga dan lainnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















