Kunker KLH ke Kalsel, Perkuat Komitmen Penanggulangan Polusi Plastik dan Pelestarian Ekosistem Mangrove

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 19:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan kerja KLH ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam rangka memperkuat komitmen bersama untuk penanggulangan polusi plastik dan pelestarian ekosistem mangrove berlangsung di Auditorium ULM Banjarbaru. Foto : MC Kalsel

Kunjungan kerja KLH ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam rangka memperkuat komitmen bersama untuk penanggulangan polusi plastik dan pelestarian ekosistem mangrove berlangsung di Auditorium ULM Banjarbaru. Foto : MC Kalsel

Suarindonesia – Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Rasio Ridho Sani melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam rangka memperkuat komitmen bersama untuk penanggulangan polusi plastik dan pelestarian ekosistem mangrove.

Kunjungan ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional Hari Lingkungan Hidup yang digelar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kota Banjarbaru dan penanaman mangrove di Desa Sabuhur Kabupaten Tanah Laut.

Rasio Ridho Sani mengapresiasi pelaksanaan seminar yang dinilainya sebagai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi ilmu pengetahuan dan aksi nyata untuk mengatasi pencemaran plastik yang kian mengkhawatirkan.

“Kita tahu Indonesia memiliki ekosistem mangrove yang sangat luas, dan mangrove punya peranan besar dalam mitigasi perubahan iklim, menjaga garis pantai, mendukung sektor perikanan, hingga ekowisata dan keanekaragaman hayati. Maka menjaga mangrove sekaligus menghentikan polusi plastik adalah langkah strategis yang memberi double gain,” kata Rasio, Banjarbaru, Senin (2/6/2025).

Ia menegaskan bahwa sampah plastik merupakan ancaman serius karena sulit terurai secara alami, berpotensi masuk ke rantai makanan melalui mikro dan nano plastik, hingga membahayakan kesehatan dan ekosistem, termasuk mangrove.

Dijelaskan Rasio, KLH telah mengambil sejumlah langkah kebijakan, antara lain mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mewajibkan produsen menerapkan tanggung jawab produksi yang diperluas (Extended Producer Responsibility), meningkatkan upaya daur ulang di tingkat masyarakat, penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan pengurangan praktik open dumping, dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif seperti RDF dan pembangkit listrik.

Dirinya juga menekankan pentingnya kerja sama nasional dan internasional dalam menangani sampah plastik yang bersifat lintas batas atau transboundary.

“Sampah plastik bisa melanglang buana, dari Indonesia ke luar negeri atau sebaliknya. Jadi, kolaborasi global sangat diperlukan,” tegasnya.

Baca Juga :   SELEKSI TAHFIZH ALQURAN untuk Beasiswa di Balangan

Gubernur Kalsel yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Farhanie, mengapresiasi kegiatan seminar tersebut. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga keberlangsungan kelestarian lingkungan.

Mari kita bersatu untuk bumi yang telah memberikan kehidupan bagi kita semua, karena kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab generasi hari ini, tetapi amanah yang harus kita wariskan kepada anak cucu kita,” kata Farhanie.

Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad, turut menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan KLH dan PT Freeport Indonesia dalam mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan. ULM sendiri, kata Rektor, memiliki lahan mangrove seluas 611 hektare yang dikelola sebagai bagian dari komitmen kampus terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami juga tengah mengembangkan proyek-proyek penelitian pengelolaan sampah plastik yang diharapkan bisa memberikan solusi jangka panjang bagi Kalimantan Selatan,” ujar Rektor Ahmad.

Sementara itu, perwakilan dari PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan komitmennya untuk menanam mangrove seluas 10.000 hektare hingga 2041, di mana 8.000 hektare di antaranya berada di Kabupaten Mimika.

“Kami percaya tidak ada perusahaan yang bisa berhasil di tengah lingkungan yang gagal. Oleh karena itu, komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas utama,” ucapnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mengatasi polusi plastik dan melestarikan ekosistem penting seperti mangrove.(ADV/RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS
PERKUAT KOMITMEN Kesejahteraan Warga, Dinsos Balangan Luncurkan Lima Inovasi Layanan
MEMBENTUK MPA Pemkab Balangan dan Kementerian LH
DPRD Balangan Desak BWS Kalimantan III Selesaikan Persoalan Banjir
DITEGASKAN GUBERNUR KALSEL Komitmen Bangun Ekosistem Seni Inklusi
RESMI DITUTUP Sekdaprov Kalsel MTQN Tingkat Provinsi di Batola, Piala Bergilir dan Tetap Diraih Kota Banjarmasin
DIPERSIAPKAN Pemprov Kalsel Lima langkah Penguatan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
PERSIAPAN Dua Tahun, Bank Kalsel Kantongi Izin OJK Layani Transaksi Devisa

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:43

BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:27

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:58

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:43

KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:51

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

Kalteng

CEGAH KARHUTLA, Warga Diminta Doa Bersama Minta Hujan

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca